We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RAVEGA

RAVEGA

  • WpView
    Reads 417
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"GUE JIJIK DEKET-DEKET SAMA LO!" "HARUSNYA LO SADAR DIRI, LO ITU CUMA WANITA MURAHAN, PAHAM?.!" "GUE PACARAN SAMA LO HANYA BUAT PELAMPIASAN, DAN TENTANG PERASAAN ITU SEMUANYA HANYA LELUCON" "LAKI-LAKI MANA YANG MAU PUNYA PACAR SAMPAH KAYAK LO?!" Satu hal yang ingin aku sampaikan. Saat kita ingin berkomitmen dengan orang lain, mulailah berkomitmen dengan diri sendiri. Saat kita ingin bertanggung jawab untuk orang lain, maka mulailah dari diri sendiri. Ketika kita ditinggal sesaat oleh seseorang, Terkadang kita hanya beranggapan hal itu sepele. Tapi harus kalian ingat, bahwa ditinggal oleh seseorang untuk selamanya itu sangatlah menyakitkan. Aku mencintaimu lebih dari yang lain, maafkan aku telah mengecewakanmu...
All Rights Reserved
#212
sekolahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Paradise
  • ARKALYA (END)
  • Sejenak Luka
  • We Are One
  • Sebuah Rasa
  • Halcyon
  • Dear You
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines