Tomorrow Is Never Coming

Tomorrow Is Never Coming

  • WpView
    Membaca 66
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Apr 22, 2021
WpInfo
Fiksi
Misteri
"Ketika hidup tanpa tujuan, bagai sebuah misteri jembatan yang panjang tanpa tepian. Terowongan yang gelap pekat tanpa cahaya. Begitulah gambaran umat Muhammad di akhir zaman sekarang!! Benar benar dibutakan oleh gendi gendi duniawi!! Terperangkap dalam kegelapan maya!! Mereka benar benar membutuhkan petunjuk!!"... Kataku dalam isi statement ini. Ya, ini hanya sebuah statement islamic. Bukan cerita remaja, novel romance yg slalu mengketar ketirkan seluruh umat ataupun fiksi yg selalu berakhir h4ppy endin9. ig @nurhijraa__
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#35
motivation
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula
  • KENAPA HARUS AKU?
  • Jodohku anak Kiyai - END
  • Hijrah [COMPLETED]
  • BERAGAMA SEPERTI POLITISI
  • MUTIARA TAWASUL CINTA
  • CINTA DALAM PENANTIAN [TERBIT ]
  • Quotes Islami
  • sincerity Of a Little girl
  • Catatan Hijrah

Saat ada tsunami, kita nyari objek paling kuat untuk dipegangi. Karena kita berharap dengan memegangnya, kita bisa selamat. Saat berlayar di laut, melihat mercusuar adalah hal yang istimewa, karena dia penunjuk arah dan memberi isyarat bahwa kita sudah dekat dengan dermaga. Begitupun dalam berargumen, boleh saja kita ini awam, boleh saja kita ini bukan ahlinya, tapi kita wajib memegang referensi yang memiliki bukti valid terkait hal yang sedang dibahas, karena kita berharap adanya rasa aman setelah mengetahuinya. Kita juga bisa berargumen menggunakan referensi tersebut dengan baik tanpa emosi. Kenapa banyak orang yang tersasar di gurun lalu meninggal? Ya memang mereka kehausan dan kelaparan. Lalu apa alasan lainnya? Karena saat di gurun, mereka berpatokan pada gunung pasir tertinggi yang mereka lihat, kemudian mereka mencoba untuk menaikinya dengan harapan pandangan mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Tapi mereka tidak sadar bahwa sebelum sampai ke gunung pasir tertinggi itu, angin kencang telah menghembuskan pasirnya dan gunung yang dimaksudkan sudah tidak ada lagi, berpindah posisi ke tempat lain. Saat ia menuju ke gunung itu, angin berhembus kencang lagi, begitu seterusnya. Orang yang tidak bersumber pada referensi valid, ia seperti orang yang ada di gurun itu. Bedanya, orang di gurun mati fisiknya. Kalau dia, mati akalnya. Itulah gambaran yang bisa gw tulis untuk mengawali kata pengantar buku ini. Tanpa sumber referensi yang valid, kita akan terhembus kemanapun angin keributan itu berarah. Buku ini pastinya banyak kekurangan, karena ditulis oleh pemula. Karenanya, segala kritik dan saran yang membangun akan selalu ditunggu agar terpeliharanya ilmu pengetahuan yang bersih dan dapat diwariskan sebaik mungkin kepada generasi penerus bangsa (yang ga ada aplikasi tiktok di hapenya). Oh ya, gaya bahasa yang digunakan pada tiap bab akan berbeda, tergantung mood yang menyertai penulisnya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan