Lingkar Nafas

Lingkar Nafas

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 2, 2023
Kami saling mencintai, namun perbedaan status sosial seolah menolak kami untuk bersatu. Aku anak dari rakyat jelata sedangkan dia dari petinggi kota, jelas saja ditentang habis habisan. "Percaya sama aku, ini satu-satunya cara supaya kita bisa nikah" ucapnya meyakinkanku Ah, persetan dengan dosa, rasa cinta kami seolah mengalahkan segalanya. Dan benar saja, setelah itu kami dinikahkan. Namun ternyata semua belum berakhir, ini adalah awal dari segalanya. Ibu mertuaku, ibu pejabat yang agung dan bermartabat namun begitu licik di depanku. Diam-diam dia tengah membawakan madu untukku. Yang tentunya lebih baik segalanya daripada aku. Apakah suamiku akan menuruti kemauan sang ibu? Atau tetap memilihku?
All Rights Reserved
#822
restu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angel To Raya (END)
  • DANDELION (Aku bukan Orang Ketiga)
  • Still You (END)
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • Kekasih Kecilku
  • Wanita Pilihan Lain
  • Forbidden Love [Completed]✓
  • SR 2 : PERNIKAHAN IMPIAN (FIN✔)
  • I'm Into You

Cerita ini menceritakan tentang wanita yang di nikahi bukan karena CINTA melainkan harapan. Ya, harapan akan sesosok malaikat kecil yang di impikan untuk melengkapi sebuah bahtera rumah tangga. Raya, nama yang menjadi kandidat Indra untuk calon ibu dari bayinya kelak. Bayi yang akan melengkapi kisah kasih pernikahannya dengan Maya wanita pemilik cintanya. Sementara itu Raya selalu menganggap Indra seperti Angelnya. Orang yang memberinya harapan baru dengan janji. Janji yang tak pernah ia tepati. Lalu apakah Raya akan menerima Indra? Apa selamanya ia hanya akan di jadikan yang kedua? Atau mencari Angel yang lain?? "Mengapa kau melamarku?" tanyaku menatap pada lelaki di depan. Lelaki yang sebulan lalu berhasil mengisi hatiku. Bahkan, sampai sekarang pun masih. "Aku telah mengatakannya, istriku yang memintamu. Ia ingin memiliki seorang anak dan ia tahu ia tak bisa memilikinya sendiri." "Maksudmu aku hanya kalian anggap sebagai sapi perah, begitu?" tanyaku sinis. "Tidak, tidak Raya. Tentu saja tidak." "Apa kau mencintaiku?" tanyaku mengalihkan topik. Sekilas aku melihat Indra menegang sebelum dengan cepat ia kembali menguasai diri. "Maaf, aku tidak mencintaimu, mungkin belum. Tetapi aku berjanji akan mencintaimu. Bagaimana apa kau mau menjadi istriku?" * * * Huhuhu. Penasaran Raya terima Indra atau gak? Cus, langsung di kepoin aja. Udah END loh!:()

More details
WpActionLinkContent Guidelines