Numb
  • WpView
    Reads 411
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 21, 2024
Mungkin bagi sebagian orang, hari dimana kita tidak tahu harus melakukan apa itu selalu ada. Waktu terjadinya tidak menentu, entah jarang, sering atau bahkan hanya sesekali. Tapi bagi Dania, hari itu datang setiap waktu. Sebenarnya sih, hidup Dania terbilang biasa saja, tidak terlalu banyak hal yang menguji adrenalinnya. Dia punya keluarga lengkap, teman akrab seperti remaja kebanyakan, hingga kisah cinta yang juga agak-agak... Begitulah. Hanya saja, Dania adalah Dania, gadis remaja yang tertawa pada pukul dua belas siang, dan menangis pada pukul dua belas malam karena tiba-tiba merenungi hidupnya tanpa sebuah tanpa alasan.
(CC) Attribution-ShareAlike
#581
funny
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • About feelings   (selesai)
  • Anak Tetangga Annoying (SELESAI)
  • THIS IS ME, KEIRA [TAMAT]
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Jingga di Samudra [Completed]
  • Semesta Ingin Aku Bagaimana (?)
  • Cerita Tentang Kita
  • Oranye Di Langit Senja

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines