ARUNA
  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 14, 2021
Aruna Tsabianti, siswa aktif SMA Bhakti Husada sering mengikuti lomba-lomba, ramah pada semua orang, kalem, dikenal satu sekolah karena ikut organisasi osis. Bagaimana jika dia, si kalem Aruna bertemu dengan si devil SMA Bhakti Husada? Arjuna Putra Renaldi, sering di panggil devilnya sekolah, muka galak, seram, ketua geng Eagle, tapi ketampanan nya jangan diragukan. Bagaimana jika si Renal ketemu Aruna, siswi yang katanya kalem itu? "Cocok deh kayaknya, satunya kalem satunya bringas", Sahut Bayu. Apakah akan cocok atau malah cekcok? Baca karya pertama aku MURNI HASIL PEMIKIRAN SENDIRI!!! JANGAN LUPA SPAM DAN VOTE!!!
All Rights Reserved
#171
lugu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINTA DI BALIK PERSAINGAN
  • Revive My Soul
  • 404 : Love Not Found
  • ALBARES MADAGASKAR (END)
  • RIVANALULA [ ENDING ]
  • I'm Not A Villainess
  • La Vista : Love Story
  • DEVAN ALVIANO [SELESAI✔]
  • ARFA (Arka Fauza) END
  • ALDRIC [END]

⚠️JANGAN LUPA FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA DAN JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN❗❕ Di kota tempat satu sekolah elite berdiri, ada dua geng motor - yang satu diisi para cewek tajam dan tak tersentuh, yang satu lagi dipimpin cowok-cowok bengal dan tak kenal takut. Mereka bukan cuma musuh... mereka legenda. ‎Gak ada yang tahu siapa mulai duluan. Tapi yang jelas, rivalitas ini udah kayak darah dan bensin - sekali nyala, susah padam. ‎ ‎Stefani, Zeyvra, Revasya, Aquila, dan Rachel. ‎Lima cewek beda karakter, beda luka, tapi satu tujuan: berdiri di atas semua yang meremehkan mereka. ‎ ‎Carandra Zean Artantha, Julian El Rick, Darren Zavier, Alessandro Jean Dupont, dan Noah Lucian Viltaire. ‎Lima cowok yang terlalu liar buat dikekang, terlalu berbahaya buat diabaikan. ‎ ‎Tapi dunia berubah ketika jalanan mempertemukan mereka - bukan dalam pertarungan... tapi dalam rasa. ‎Musuh bisa jadi cinta? ‎Atau cinta malah bikin mereka makin brutal? ‎ ‎Siapa bilang hati gak bisa tabrakan di jalanan yang sama? ‎Ketika cinta muncul di tengah peluru, ego, dan kenangan gelap... ‎Apa mereka sanggup menurunkan gengsi, atau justru jadi alasan kehancuran satu sama lain? ‎

More details
WpActionLinkContent Guidelines