INARA
  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 9, 2021
Layaknya mawar yang tak berduri dan matahari tanpa cahaya seperti itu kata mereka jika seorang anak hidup tanpa kehangatan keluarga. Mawar tanpa duri terlihat begitu buruk begitupula dengan matahari tanpa cahaya apa gunanya dia. Ku kira aku adalah mawar yang kehilangan duri ternyata tidak, aku adalah penikmat mawar tanpa duri. Ku kira aku adalah matahari yang kehilangan cahaya ternyata tidak, aku adalah bumi yang mendapati matahari namun tidak dengan cahayanya. Inilah kisahku yang berkehidupan dengan topeng yang begitu tebal untuk menutupi raut yang kian tak kebal. "Senyum adalah cover dari buku cerita masing-masing orang," kata Inara ©Rahmaerlinda3
All Rights Reserved
#845
bungsu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awan Abu-Abu [END]
  • Because I'm Stupid (End)
  • ARA (tamat)
  • "Singgah"
  • STELLA (On Going)
  • Langitra
  • FLYING BUTTERFLY [On Going]
  • Fajar & Senja
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]

Sinar rembulan memang lebih indah daripada harta yang gemilang. Uang memang bisa membeli apa yang diinginkan. Akan tetapi, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jalan halus yang penuh dengan gelombang, terus dilewati meski ada rasa bimbang. Akankah matahari memancarkan cahaya kehangatannya? Akankah bulan bersinar menerangi gelapnya dunia? Akankah bintang-bintang bermunculan menemani kegelapan di atas keheningan yang ada? Atau hanya awan hitam yang menghampiri, tanpa adanya seseorang yang menemani? "Dulu ... kita pernah sedekat amplop dan perangko, semesra pena dan kertas. Namun kini, 'tak jauh berbeda dengan bulan dan bintang. Terlihat berdekatan, namun 'tak dapat bersatu." - Georgino Arkana Putra "Lo bilang senja itu hal yang paling indah. Nyatanya dia malah menjadi saksi dari akhir kisah kita." - Neyara Abigail Gueni

More details
WpActionLinkContent Guidelines