to the moon

to the moon

  • WpView
    LECTURI 295
  • WpVote
    Voturi 47
  • WpPart
    Capitole 4
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare vin, iun 11, 2021
Bulan itu Cuek. Langit itu Usil. Jika Langit ingin Bulan? Langit harus meluluhkan hati Bulan. Pertanyaannya, apakah Langit bisa? - Bulan dengan seribu traumanya, dan Langit dengan sepuluh ribu ketertarikannya. Apakah Langit bisa mengubah trauma Bulan, dan menjadikan ketertarikan? - "LANGIT! KAMU ITU GAK ADA CAPEK-CAPEKNYA YA MASUK BK TERUS!" Rasanya, pak Bima ingin resign dari sini, anak didiknya yang satu ini memang selalu membuat ulah. "Biasa aja tuh, yang ada bapak tuh, gak capek apa hukum saya terus?" Dengan santainya Langit bertanya, seolah ia tidak bersalah sama sekali. Pak Bima menghela napasnya lelah, "Keluar." Katanya, ia sudah lelah. "Makasih bapak, cantik." - "Gimana liburan kemaren ma?" tanya Bulan. "Asik," jawab Kirana. "Kakak kenapa gak ikut sih, disana padahal banyak bule, ganteng-ganteng lagi," cetus Daisy. Mereka menatap Daisy, "Kayaknya adek gak sabar punya kakak ipar," sahut Kirana dengan senyuman. "Apaan sih ma!" "Emang iya sih, kenapa gak suka bule sih kak?" Daisy menyender dibahu Bulan. "Pasti karena bule wajahnya pink-pink kalo kena panas, iya kan?" Gavin angkat bicara. "Nah itu, jadi kayak pig," gumam Bulan. - '''Sampul oleh Poster My Wall''' ✓Jika tidak suka silahkan, pergi, jika suka jangan sungkan memberikan vote dan komentar, dan jika ada kesalahan dalam penulisan mohon di ingatkan.
Toate drepturile rezervate
#439
viral
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Memories in Moon
  • 𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭
  • GARIS TAKDIR
  • Bos Galak (ON GOING)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Mentari Tanpa Sinar
  • SELENOPHILE
  • GRIZLEN {On Going}
  • I Told the Moon about You
  • My star

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut