Langitku dan Semestamu

Langitku dan Semestamu

  • WpView
    Leituras 64
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadMaduroConcluída sex, jun 4, 2021
'Pernah percaya tentang konspirasi alam?' tanyanya saat aku sedang menikmati perjalanan dengan pemandangan senja sore kali itu. 'Kenapa harus dipercaya?' aku membalasnya dengan pertanyaan lagi. Mendengarnya saja terlalu aneh menurutku. 'Karena konspirasi alam ini punya turut campur sama keajaiban hidup, malah mungkin dia yang memiliki peran paling penting' jawabnya dengan nada yang begitu yakin. Seketika aku memandangnya, ia masih sibuk melihat jalan sambil tetap fokus menyetir. 'Contoh kejaiban hidup, gimana?' jawabku. 'Bertemu orang yang harusnya bisa bertemu lebih lama dari sebelumnya' kalimatnya jelas digantung diudara. 'Bertemu hapsah salah satunya' sambungnya. Kalimat yang menjadi penjelas itu, membuatku tak berkutik mendengar perkataannya.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Long Love Story
  • Full Of Scratches
  • finally mate also
  • Menikahi Rahasia | Marrying Your Secrets
  • College or Confess
  • Call It What You Want (END)
  • Connected
  • Behind Our Eyes

[END, PROSES REVISI] Love, sad, humor, dan konspirasi berkumpul di sini. Pertemuan singkat nan konyol yang dialami oleh lelaki dingin dan gadis menyebalkan. Yaitu El dan Ara. Siapa sangka pertemuan itu adalah awal dari konspirasi cinta yang akan mereka buat sendiri untuk menyelesaikan jalan "Long Love Story" mereka. "Ra, lo pasti tahu. Bulan bisa seindah itu menerangi malam yang gelap, karena memantulkan cahaya matahari." -Eldiano Mubarak. "Bulan ga pernah punya cahanya sendiri di hadapan bumi, El. Sama kayak Ara ini. Tapi, dia akan terus berada dekat dengan bumi. Jadi bulan gak akan pernah hilang untuk bumi, meski pun ketika bumi masih sangat bergantung pada matahari." -Mutiara Elsania.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo