Redemption: Anaphalis Amorfati

Redemption: Anaphalis Amorfati

  • WpView
    Reads 18,808
  • WpVote
    Votes 1,296
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2026
WpInfo
Fiction
Historical
20th Century
Romance
Love Triangle
✒️ FIKSI SEJARAH 🕛 PASCA KEMERDEKAAN (1945-1950) Dalam perjalanan pulangnya Runi tiba-tiba dilempari bunga kering entah dari siapa, karena kesal dia membakar bunga kering itu hingga menjadi abu. Terlihat pembakaran itu beterbangan ke sebuah terowongan kereta yang sudah tidak beroperasi, namun anehnya di dalam ada banyak orang tengah beraktivitas di siang hari padahal di luar terowongan langit sudah gelap. Dari banyaknya orang yang berlalu-lalang di sana, hanya ada satu pria jangkung dengan seragam tentara zaman kolonial Belanda. Ketika pria itu membalikkan tubuhnya, Runi bisa melihat paras tampan yang luar biasa di wajah pria itu. Tapi jika memang ilusi mengapa pria itu terus menatapnya sambil tersenyum. "Cara terlarang pun akan aku lakukan jika itu bisa membuatmu kembali kepadaku." Ilusi yang tergambar di terowongan mulai hilang dan digantikan dengan kabut hitam yang datang perlahan mendekati Runi. Pada saat gadis itu hendak kabur kakinya seperti ditahan di tempat hingga kabut-kabut itu menarik tubuhnya masuk ke dalam terowongan. "Tidak!!!" Publish: 23/10/2023 End: #1 Purbalingga #1 Merah putih #2 Train #3 Nasionalisme #2 Londo #2 Jateng #1 Nasionalisme #1 Train ❗DILARANG KERAS MENJIPLAK KARYA INI❗ -Hopeshine_d_2-
All Rights Reserved
#20
londo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BLOODSSOM : Blood & Blossom
  • 🌹Baby Zu🌹(END)
  • STETOSKOP TUA
  • Cinta Untuk Salma
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • AKHIR PERMULAAN [SELESAI]
  • Cinta Bertakhta [TAMAT]
  • Selamanya Cinta
  • Dituliskan Takdir

Hanya secercah kisah yang menjadi sejarah, seorang pria keturunan Belanda yang mencintai gadis pribuminya. HINDIA-BELANDA, 1897

More details
WpActionLinkContent Guidelines