PILU MEMBIRU

PILU MEMBIRU

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 4, 2021
"Dek", kulihat sebuah senyum yang menenangkan menyapa diujung sudut putih itu. Aku merasakan sebuah sedikit ketenangan ketika melihat senyumnya, bagaimana tidak, itu seakan-akan aku sedang menatap nya secara langsung. "Abanggg! Sudah sehat ya! Nggak sakit lagi?", kataku sambil menangis ketika melihat mu sedikit perlahan menghilang. Deg, semua tiba-tiba menghitam. Aku tersadar dari tidurku, dan berdoa bahwa kamu memang sedang baik - baik saja.
All Rights Reserved
#19
disepertigamalam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia Kahfa (Revisi)
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • senja di matamu
  • IKATAN HALAL ✔️
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Hijrahku Mempertemukan Kita (SELESAI)
  • Ikhtiar Cinta
  • TOGETHER
  • Tunduknya Senyuman

Sebelum baca jangan lupa __follow, vote dan komen__ ____Happy Reading ___ ____ Dalam proses revisi 😢 maaf kalau masih ada typo bertebaran ___ Masih tetap berjuang dan pantang mundur? Walaupun sadar harapan itu semu, sama seperti Liena sering dipanggil Lili yang mengharapkan sebuah satu kata yaitu cinta dari seorang cowok yang anti dengan yang namanya pacaran, lebih tepatnya cewek. Ets, tapi bukan homo, lho! Melainkan cowok yang begitu taat dan takut dengan yang namanya dosa. Dia Kahfa, iya Kahfa cowok yang seolah memiliki daya pikat sendiri di mata orang lain, terutama bagi Lili, dimulai saat kejadian tak terduga yang membuat Lili berani mengejar cinta Kahfa. "Ahfa mau nggak jadi pacar Lili?" tanya seorang gadis bersurai hitam "Surah Al-Isra' ayat 32," balasnya tanpa menatap gadis itu sambil melangkah pergi dari sana.. "Ahfa itu orangnya beda, beda banget malah sama cowok lain. Ahfa itu bagaikan matahari, sedangkan Lili itu bulan. Memang tidak bisa bersatu karena langit memberi jeda abadi diantara kita, tetapi sayangnya Lili tetap berharap kalau Tuhan menyatukan kita," gumam Lili sambil menerawang langit yang terlihat begitu sepi, sama seperti hatinya saat ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines