Please, Stay Alive!

Please, Stay Alive!

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 17, 2021
(HIATUS_DALAM MASA PEROMBAKAN ULANG CERITA) Aku tidak tahu siapa atau apa makhluk itu. Di hidupku saat ini yang sebatang kara, dia berkata bahwa aku akan memiliki keluarga lagi. Dan begitulah aku jatuh ke dunia lain. Aku terlahir kembali bersama 2 adik kembarku. Lebih tepatnya kami kembar tiga. Tapi anehnya mereka terjebak di dalam telur. Selain itu, ayahku bisa berubah menjadi ular. Sedangkan ibuku bisa jadi macan. Dan jangan heran lagi, aku justru lebih parah. Aku terlahir sebagai non-human kucing. Bukan manusia, tapi kucing! Tapi untungnya, keluargaku itu penuh kasih sayang, jadi hidupku di dunia ini bahagia. Meski itu tidak untuk selamanya. Kemalangan tidak meninggalkanku meski aku telah terlahir ke dunia lain. Supaya tidak terulang takdir yang sama dengan kehidupanku sebelumnya, aku tidak akan lagi menjadi yang dilindungi. Aku akan menjadi yang melindungi. Karena itu kalian.... Kumohon, tetaplah hidup! ---------- Ini adalah serial web novel yg dibuat author utk melatih penulisannya, karena ini juga konsepnya fantasi semoga aja para pembaca tidak mempermasalahkan genetik tokoh utama dan orangtuanya. Untuk rencana apakah nanti naskah ini akan direvisi, belum diketahui karena author belum sanggup membuat naskah dengan konsisten. Jika ada yang berkenan membaca dan memberi kritikan atau saran, saya ucapkan terima kasih.
All Rights Reserved
#345
tragedi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • TIREYA
  • Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG)
  • Im Momma?    (END)
  • INCANTO (Tamat)
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • The Villain Twins [END][KUBACA]
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • Rumah Penuh Cerita

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

More details
WpActionLinkContent Guidelines