We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AKU HANYA SESAAT BAGIMU

AKU HANYA SESAAT BAGIMU

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Sebut saja namaku Sari. Tulisan ini adalah kisah diriku sendiri. Saat aku menyangka, kali ini aku tidak akan salah menetapkan hati untuk seseorang. Saat aku berfikir, dia adalah orang yang tepat dan mampu menyembuhkan lukaku. Saat aku berharap, dia tidak akan pergi meninggalkanku. Saat aku sudah terlanjur sangat jatuh, jatuh, jatuh, dan terperosok dalam jurang cinta yang semakin lama menghabiskan energi dan menguras emosi. Ketika perjuanganku yang tidak hanya sekali, diabaikan begitu saja. Dia yang duluan mencinta, namun mengapa aku yang menanggung luka? Perihnya saat sudah menyayangi dan mencintai, malah ditinggalkan. Entah karena kesalahan dan keegoisan siapa? atau... Diam-diam sudah ada orang ketiga dalam lingkaran asmara yang harmonis ini :') Ini untuk kamu Seseorang yang sangat aku sayangi Aku sekarang tidak bisa berharap denganmu Aku hanya bisa berharap pada pencipta kita (Allah SWT)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menunggu tanpa kepastian
  • Hopeless
  • ALONE
  • [SAA 1] IKHLAS
  • Mahligai Sunyi
  • Story Of You
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Air Mata Cinta

Waktu berlalu. Luka yang dulu terasa tajam, kini menjadi bagian dari diriku-tidak lagi menyakitkan, tapi tetap mengajarkan. Aku tak lagi menunggu dengan hati yang kosong, melainkan berjalan dengan langkah yang penuh kesadaran. Bukan lagi tentang dia yang pergi, atau tentang semua janji yang tak ditepati. Ini tentang aku-yang pernah hancur, pernah berharap, dan akhirnya belajar berdiri sendiri. Aku tidak menyesal telah mencintai. Tidak menyesal pernah menunggu. Karena dari sanalah aku tahu: cinta sejati tidak selalu harus dimiliki, tapi harus mampu membentukmu menjadi pribadi yang lebih utuh. Dan jika suatu saat cinta datang lagi, aku tidak akan menyambutnya dengan luka lama, tapi dengan hati yang telah belajar menerima, menghargai, dan mencintai... dimulai dari diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines