Humane For Human

Humane For Human

  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 5, 2022
Menceritakan tentang pengalaman hidup yang penuh perjuangan dan perjalanan meraih mimpi. Berawal dari keluarga yang amat sederhana, Abah seorang penjual singkong dan Ibu seorang Ibu rumah tangga yang mempunyai pekerjaan sampingan menjadi penjual sayur keliling. Sampai pada titik dimana semua impian itu jadi nyata dan mengubah segalanya. Lahir sebagai anak ke-2 dari dua bersaudara. Keduanya mempunyai cerita yang sama - sama menarik, tetapi dicerita ini kita akan menjadi lebih dekat dengan sang Adik yang bernama Asha Sadiya Safeeya. Selamat menjadi bagian dari perjalanan hidup Asha! Semoga dapat menjadi inspirasi dan motivasi. Selamat membaca. (Note : No Romance) (Note : Fiksi)
All Rights Reserved
#62
journey
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Interweave
  • Bandung Dan Kisah Yang Belum Usai
  • DANADYAKSA
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Inside You
  • Jodohku
  • ZERO [Completed]
  • Ikatan Benang Takdir
  • ASSALAMUALAIKUM ZAUJI
  • A Memory to Remember

"Kamu tahu di usia berapa ibumu melahirkan kamu?" Thesa tahu. Namun, ia memilih untuk mengunci mulutnya rapat. "Delapan belas tahun." Opa menjawab dengan raut datar. "Di usia semuda itu dia sudah berani jadi pembangkang. Akibat dari itu masa depan ibumu hancur karena kesalahannya sendiri. Jadi, kamu sebagai anaknya jangan berani melawan saya kalau tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Mengerti?" *** Seumur hidup Thesa tinggal di rumah opanya bersama oma tirinya. Dia tidak punya sosok ayah, tapi ibunya masih hidup. Wanita itu tidak pernah berada di sisinya sedari kecil. Namun, Thesa paham mengapa ibunya pergi. Dia hanyalah anak di luar nikah, apa pentingnya eksistensi Thesa dalam hidup sang ibu? Dan ketika opanya berusaha belajar dari masa lalu, tanpa sadar pria tua itu malah membawa Thesa ke jurang yang lebih dalam. Melangsungkan pertunangan demi menghindari kesalahan yang sama justru tidak membuat segalanya lebih baik. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kata pria itu. Di usianya yang baru menginjak 17 tahun ia harus bertunangan. Thesa tidak punya keberanian untuk melawan sang opa yang sudah merawatnya sejak kecil. Sementara sedari dulu diam-diam Thesa menyimpan perasaan kepada Gamaliel, teman masa kecilnya. Bertahun-tahun perasaan itu terpendam, nyatanya semakin dalam hingga Thesa sendiri tidak tahu apakah ada jalan keluarnya. Lantas ketika pertunangan itu terlanjur berlangsung, apakah Thesa mampu menjalaninya? 12/05/23

More details
WpActionLinkContent Guidelines