Keysha Arsyana

Keysha Arsyana

  • WpView
    LECTURAS 30
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 14, 2021
Yang aku tahu tidak semua masa lalu harus kita ingat. Ada kalanya kita perlu melupakan hal hal yang menyakitkan. Menjadikannya sebuah pelajaran agar tak ada yang dapat terulang di masa depan. Meskipun bekas luka tak sepenuhnya hilang. Tapi aku tidak ingin berakhir dengan takdir yang menyakitkan dan menyedihkan. Aku akan hidup menjadi diriku sendiri dengan semestinya. Tanpa peduli apa yang mereka katakan dan lakukan terhadapku. Prinsipku akan tetap sama.
Todos los derechos reservados
#86
keysha
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hopeless
  • FIZYA
  • Cerita Tentang Kita
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Hug me! (my lady)
  • You Are Not Alone (Slow Update)
  • Remember I LOVE U
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • We're destined to met, not to united.
  • ON REMEMBERING
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido