Karma
  • WpView
    LECTURAS 1,651
  • WpVote
    Votos 57
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 8, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Sekarang aku sadar, sejauh apapun usahaku membuat mu mencintai ku itu tak akan bisa, karena aku bukanlah dia wanita yang engkau cintai. aku terima karma ini, memang sepantasnya orang yang jahat mendapatkan balasan. Maya Lestari Terlambat kah rasa ini untuk mu. bisakah Allah memberikan satu kesempatan untukku dan dirimu bersama lagi dalam kehidupan ini. jikapun tidak kuharap kaulah jodohku selamanya. Andi Mahendra
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Secangkir Teh
  • Meet You
  • Kita Sembuh Bareng?
  • ANORA
  • Surat dari Masa Lalu
  • GENTAWA✓
  • MOONLESS
  • Hanya Singgah
  • Dream Note

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido