Lukizan | Park Jisung

Lukizan | Park Jisung

  • WpView
    Reads 315
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 13, 2022
Melukis itu bukan hobi, melainkan cara untuk menenangkan hati. "Riska, kamu itu seperti kirana yang muncul kala semesta ku lindup bersamaan dengan rintikan hujan. Wajah nirmala-mu yang memendarkan pancarona telah berhasil mewarnai suramnya kehidupan. Terlalu dalam sanubariku untuk mendapatkan hatimu sepenuhnya, namun lambat laun aku sadar bahwa semua itu hanyalah sebuah angan-angan yang tak mungkin jadi kenyataan. Karena memang takdirnya swastamita sepertimu itu dipandang, bukan di hak milikkan. Lelaki yang kau anggap teman ini telah mencintaimu dalam waktu yang berkepanjangan, membuahkan sebersit niat menyerah yang terkadang melintas di pikiran. Berusaha mendapatkanmu sepenuhnya itu seperti menjalani sebuah rintangan lalu diberikan dua pilihan. Memilih kuat untuk terus bertahan hingga entah kapan atau menyerah untuk memasrahkan semuanya terhadap takdir Tuhan? Maaf kukira kita saling mengenal untuk dipersatukan, namun ternyata kita hanya sepasang insan yang dipertemukan tanpa akhir yang berkepastian." -Diary 2020, Alzidan Esa Rakabumi, kala lukisan menjadi pengobat hati. *** Note: DONT PLAGIAT! Start: 27 April 2021 ©copyright by aucacemm, 2021
All Rights Reserved
#178
asmara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • someone like you | HAECHAN [END]
  • Metanoia (bluesy)
  • [END] Blind Rainbow
  • [✓] - Dari Semesta [COMPLETED]
  • Darsa (END)
  • Dekapan Penghujung Tahun [DONE]
  • Gone(✔)🔚
  • ARGA [TAMAT]
  • Broken melodies

"ra, lo nggak perlu jadi astrea untuk jadi sempurna. di mata gue, lo sempurna dengan kinara yang apa adanya." "tapi-, astrea itu indah untuk dikenang kan, mil? bahkan lo aja nggak mampu buat lupain dia dari hidup lo." .... "gue berharap lo liat langit sekarang. bulannya masih sama. dia masih indah. rasanya juga masih sama. tapi bahagia ini terasa singkat kalau kita udah nggak sama-sama lagi." "mungkin bulan yang lo sukai juga bakal kecewa sama gue. dia jadi saksi atas kebodohan gue sendiri dan kehancuran gue yang abadi. kalaupun hubungan kita harus berakhir, mungkin lo adalah manusia paling indah yang pernah gue miliki."

More details
WpActionLinkContent Guidelines