Rahasia Cinta❤

Rahasia Cinta❤

  • WpView
    Reads 276
  • WpVote
    Votes 173
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 8, 2021
Begitu banyak rahasia yang bulan belum tau dan bulan kira kalau ia menemukan keberadaan ayahnya ia akan bahagia ternyata tidak! Justru malah semenjak kehadiran ayahnya kembali di kehidupannya justru malah membuatnya sengsara, rahasia yang selama ini dipendam akhirnya terbongkar. "Apa? Ngga, ngga mungkin." "Tapi kamu beneran bukan anak kandung saya, jadi jangan panggil saya dengan sebutan seperti itu."bentak. "Ngga, bapak pasti bohong kan?."ucap bulan tidak percaya. Ayah yang di anggap ayah ternyata bukan ayah kandung bulan? Lalu dia siapa? Kok selama ini dia hidup bersama bulan? Bersama ibu nya juga? Mau tau?Yuk dibaca sampai selesai di jamin kalian bakalan ada rasa getarannya.
All Rights Reserved
#11
ferro
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Noer Sutinah : Bulan
  • DOKTER AMAR BRAMASTA [COMPLETED]
  • Mas Duda
  • F dan Z  ( and )
  • Axelardo: (Not) Bad Papa
  • BULAN (END)
  • Kaluna
  • ILHAM UNTUK MELLY [SELESAI]
  • Segelap Malam (END)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines