Pemilik Bunga Tidur

Pemilik Bunga Tidur

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 26, 2021
Malam hari adalah waktu yang paling tepat untuk memejamkan mata. Ketika bunga tidur perlahan memulai kisahnya, baik maupun buruknya bunga itu akan tetap dialami bukan? Lalu, bagaimana jika seseorang terjebak didalam bunga tidurnya? Jika kamu memiliki tandatanya untuk deskripsi Ini, tentu saja akan Terjawab dengan membaca semua rangkaian kata yang ku buat.
All Rights Reserved
#62
bungatidur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Don't Be Angry
  • ASHLEY
  • Oddly Coupley (Complete)
  • See You In The Next Love Story
  • Sang Ahli Mimpi (FANTASY)
  • PRINCESS DERAI ADVENTURE [SUDAH TERBIT]
  • Pernikahan Impian
  • Unsweet | KinnNatta - End
  • Noda dalam Cinta

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines