PIKIR (Special on Ramadhan)

PIKIR (Special on Ramadhan)

  • WpView
    LETTURE 8
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, mag 2, 2021
Seseorang memanggilku dengan keras dari belakang. Tanpa berpikir panjang gue langsung menuju arah suara itu berada. Semakin gue melangkah mendekati suara itu, Suara tersebut semakin datang dari arah mana saja. Gue hanya diam menutup telinga. Bertekuk lutut sambil memejamkan mata. Suara itu menghilang dalam sekejap. Ketika mata ini terbuka sedikit. Ada seseorang yang menunjuk ke arah gue. Lalu dia menghilang. Gue merasa bingung apa maksud seseorang itu menunjuk ke arah gue. Gue melihat sekitar gue, tidak ada siapa siapa. Seketika ada tangan yang menyentuh kepala gue dari depan. Lalu ada suara yang membisik ketika tangan itu bersentuhan dengan kepala gue. "Disini letak kesalahanmu". Sesudah itu tangan yang tak dikenal itu seketika hilang dan melebur dengan angin yang berlalu. Gue hanya terdiam. Lalu bertanya, "Ada apa sebenarnya ini?"
Tutti i diritti riservati
#17
reality
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • ALVARO S1
  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • Rindu
  • Who Make Me Fall [Revisi]
  • Di Balik Nama Zella
  • IN HEART
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • Lain Dunia (Tamat)
ALVARO S1

"aku juga anak kelian, Yah, Ma.. " -Alvaro [Di AMBIL DARI KISAH NYATA!] "Mungkin kau sudah pergi dari dunia ini, tapi setiap jejakmu masih bernafas di dalam karyaku. Namamu tersimpan di antara baris-baris cerita, di antara sunyi yang kutulis diam-diam setiap malam. Kau mungkin tak lagi berjalan di bawah langit yang sama, namun aku masih melihatmu dalam tiap tokoh yang kuciptakan. Dalam keberanian mereka, aku mengenang kuatmu. Dalam luka mereka, aku meminjam sedihmu. Dalam tawa mereka, aku menghidupkan kembali senyummu yang tak sempat kupeluk untuk terakhir kali. Kehilangan membuatmu jauh, tapi tulisan membuatmu dekat. Setiap halaman adalah rumah kecil tempat kau pulang tanpa perlu tubuh, tanpa perlu suara. Mungkin dunia telah merenggutmu dariku, tapi karyaku menolak melupakanmu. Di sini, dalam cerita yang kupahat dengan hati, kau tidak pernah benar-benar pergi."_Author.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti