Her Choice

Her Choice

  • WpView
    Reads 225
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 19, 2021
Cinta segitiga dengan orang baru saja sulit, apalagi kalau terlibat cinta segitiga dengan mantan? Dalam 20 tahun hidupnya, Emily tidak pernah membayangkan akan berada di tengah-tengah kisah cinta yang rumit bersama kedua mantan yang pernah menimbulkan kebencian dalam hati gadis itu. Siapa yang mengira dua mantan yang sudah hampir dilupakan olehnya, kini kembali hadir dengan membuka luka dan kenangan lama untuk memperebutkan Emily. Jose, pelet para gadis yang terkenal banyak orang karena kenakalannya. Bukan hanya itu, mantannya yang bertebaran dimana-mana membuatnya gampang dikenali. Semua orang yang melihatnya pasti akan berkata, "Itu mantannya si A kan?" "Bukannya itu mantan si B?" "Mantannya si C juga tuh". Kenakalan itu terus berlanjut sampai ia bertemu Emily, gadis SMA yang dimata Jose adalah gadis polos dan cantik yang dijadikan Jose sebagai target selanjutnya. Dean, cowok yang memiliki senyum mempesona dan keahliannya dalam bermain basket, membuat banyak wanita ingin menjadi pacarnya. Ternyata bukan hanya wanita saja, Dean juga ingin memacari semua wanita itu. Tapi tenang, Dean tidak pernah pacaran. Ya tidak pernah pacaran. Semua cewek yang didekatinya berakhir dihempaskan seenak jidat. Tidak ada yang pernah diseriusi hingga ia bertemu Emily, gadis yang dimata Dean adalah gadis penyabar dan baik hati yang pada akhirnya dipilih untuk diseriusi olehnya. Apakah Emily bisa memilih satu dari antara dua luka masa lalunya? Kalau iya, siapa yang akan ia pilih?
All Rights Reserved
#70
memilih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YIN & YANG
  • My Sun || On Going
  • Just Be Friend? [Completed]
  • KENTA (END)
  • SEBELUM KAMU(TAMAT)
  • Bumblebee {Nohyuck} Going To Season 2
  • We Were We Are
  • Luruh di Dua Senja || On-Going || [HIATUS]
  • Dosa Disa (End)

Basket, olahraga yang paling Aksel tidak suka. tapi karena ini menyangkut masalah nilai, mau tidak mau Aksel harus ikut. "Gue jadian sama Amora." ucap Aksel saat berhadapan dengan Daren di latihan basket siang itu. "Gue tahu itu." jawab Daren ketus. "Jangan merasa kalah, karena akhirnya Amora pilih gue." lanjut Aksel . "Berisik loe." dengan sigap Daren merebut bola yang sedaritadi berada di tangan Aksel. Sudah cukup Daren kalah dalam hal memperebutkan Amora. Dan sekarang saat di tengah lapangan basket ini meskipun hanya latihan, Daren tidak mau dipandang selalu kalah lagi oleh siapapun, termasuk Aksel. Sahabat sekaligus rivalnya. Daren mendrible bola basket itu dengan lincahnya. Tiba di depan ring, Daren langsung meloncat tinggi dan memasukkan bola itu. three point untuk tim Daren. setelah berhasil memasukkan bola, Daren beserta anggota timnya yang lain kembali ke lapangan tengah. Dan lagi mata Daren dan Aksel pun saling bertemu. "Kalau bola itu aja bisa gue rebut dengan mudah, berarti gue juga masih punya kesempatan buat ngerebut Amora dari loe." ucap Daren sambil tersenyum sinis. "Amora bukan bola yang bisa gampang loe rebut kaya tadi. tapi kalau loe mau coba buat rebut dia dari gue, silahkan aja. gue gak ngelarang." Jawab Aksel gamblang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines