MELEPAS SENJA [ON GOING]

MELEPAS SENJA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 27, 2025
Lelaki itu hanya menangis dalam diam. Siapa yang tidak bisa menahan air mata saat seorang perempuan yang dicintainya menikah dengan pria lain. Damar mencintai Lintang, tapi tidak tahu dengan Lintang sendiri. Saat pengakuan cinta malah menjadi cinta sepihak, dan merusak hubungan pertemanan mereka. Damar sangat takut hal itu terjadi, maka ia menyimpannya dalam-dalam, menutupi perasaannya rapat-rapat hingga membuat dadanya penuh sesak, dan sekarang ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan, memang tak memiliki tumpuan. Lintang telah menikah dengan pria pilihannya. Damar menatap langit yang luas. Hati tak mengenal kepada siapa seharusnya cinta itu tumbuh dan berlabuh. Damar tetap masih sendiri dengan sisa kepingan hati yang tak tahu kemana yang akan mengarahkan dirinya. Tiada siapapun yang bisa bermain dengan teka-teki semesta, kali ini Damar akan selalu mengikuti kata hatinya walaupun hanya tersisa satu kepingan saja. Bila Hati Jatuh Cinta sulit rasanya memaksa hati untuk menghapus rasa yang pernah ada. "Ada yang tak tenggelam ketika senja datang, yaitu rasa." "Dari senja aku belajar bahwa mengagumi tidak selamanya untuk dimiliki." . . .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • playlist (completed)
  • TOUCHED (End)
  • Loving Like The Sun
  • Jerat
  • Yang Pernah Patah
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • LOVE FOUND REGARDLESS
  • Cinta Dalam Khayalan

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines