Seperti keistemewaan, akan tetapi terasa kutukan seumur hidup. Mengalami kecelakaan hingga koma selama dua bulan akibat gegar otak. Hal itu membuat Lintang melupakan banyak memori di otaknya. Bukan ingatan masa lalunya yang berangsur kembali. Namun, seluruh cerita hidupnya sekarang dan mendatang seolah sudah tertanam di otaknya pasca koma. "Semua ini terasa familier di dalam otakku." "Semuanya terasa tak bisa aku percaya. Bahkan aku berharap ini hanyalah mimpi." Di sisi lain, konflik di kehidupannya semakin pelik seiring berjalannya waktu. Cinta pertamanya yang kembali hadir di kehidupannya, pekerjaan yang sulit ia dapat, hingga munculnya seseorang yang sering membuat hidupnya semakin rumit. Masalah yang berangsur datang ditambah kemampuannya melihat masa depan, cukup menguras energinya. Jadi, mampukan Lintang menggunakan keistimewaannya dengan baik? Atau terus meratapi keistimewaan sekaligus kutukan itu? Start = 12 Mei 2022 Finish = ‐ Rank #1 cerita frustrasi (8/2/2023) #74 dari 73,3K cerita tentang puisi (31/08/2022)
Detail lengkap