MELEPAS SENJA [ON GOING]

MELEPAS SENJA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 27, 2025
Lelaki itu hanya menangis dalam diam. Siapa yang tidak bisa menahan air mata saat seorang perempuan yang dicintainya menikah dengan pria lain. Damar mencintai Lintang, tapi tidak tahu dengan Lintang sendiri. Saat pengakuan cinta malah menjadi cinta sepihak, dan merusak hubungan pertemanan mereka. Damar sangat takut hal itu terjadi, maka ia menyimpannya dalam-dalam, menutupi perasaannya rapat-rapat hingga membuat dadanya penuh sesak, dan sekarang ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan, memang tak memiliki tumpuan. Lintang telah menikah dengan pria pilihannya. Damar menatap langit yang luas. Hati tak mengenal kepada siapa seharusnya cinta itu tumbuh dan berlabuh. Damar tetap masih sendiri dengan sisa kepingan hati yang tak tahu kemana yang akan mengarahkan dirinya. Tiada siapapun yang bisa bermain dengan teka-teki semesta, kali ini Damar akan selalu mengikuti kata hatinya walaupun hanya tersisa satu kepingan saja. Bila Hati Jatuh Cinta sulit rasanya memaksa hati untuk menghapus rasa yang pernah ada. "Ada yang tak tenggelam ketika senja datang, yaitu rasa." "Dari senja aku belajar bahwa mengagumi tidak selamanya untuk dimiliki." . . .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Kacamata [END]
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Mencintaimu Diam Diam [ON MY OWN]
  • TOUCHED (End)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Lintang 22.02 [END]
  • Cinta Dalam Khayalan

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines