(not)-Alone (On Going)

(not)-Alone (On Going)

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 2, 2023
UNTUK YANG PERTAMA KALINYA! DIA memang (tidak) sendiri! banyak sekali manusia di sekitarnya, saking banyaknya ia disadarkan oleh satu fakta bahwa dirinya SENDIRI, sendiri dalam menghadapi apa yang seharusnya tidak ia rasakan. Jujur, dirinya MEMBENCI takdir yang selalu mempermainkanya, takdir yang seolah-olah di buat SPESIAL-KUSUS untuknya. Dan dia juga MENCINTAI takdir! Apa benar kebahagiaan itu ada? Atau kalian percaya apa kebahagiaan itu diciptakan hanya untuk mereka yang sempurna, Kalau begitu jangan salahkan dia jika beranggapan kalau kebahagiaan itu hanya ILUSI. "Setiap DETIK dalam hidup itu Berharga, tidak ada yang bisa Menghentikan detik tersebut, kecuali HIDUP!" Start:26 April 2021
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABLUVION {COMPLETED}
  • GLANCE
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Egois (Clara) ENDβœ”
  • SAH! [SUDAH DITERBITKAN]
  • Breathe
  • Maaf, Aku Terlambat ENDβœ…
  • Guntur ; BAD BOYFRIEND [SUDAH TERBIT]
  • Hidden Tightness (SUDAH TERBIT)
  • ARGALAND

ABLUVION {COMPLETED} Sedih, marah,kecewa, kesal atau mungkin BAHAGIAA?? Hahaha... itu rasanya terdengar sangat-sangat konyol di telinganya. Mengingat takdir sepertinya tak sepenuhnya menyukainya. Buktinya gadis dengan manik birunya itu harus menelan pahit kenyataan hidupnya yang berubah 180 derajat. Cacian, tamparan bahkan pukulan sekaligus menjadi hal yang rumlah di dapati olehnya. Lelah? Tentu saja Bukan hanya fisiknya yang tersakiti, namun hati dan mentalnya lah yang lebih parah tersakiti. Tapi dengan bodohnya, ia tetap memilih untuk bungkam. Walaupun kenyataannya ia tahu bahwa semakin ia bungkam, maka semakin menipis harapannya untuk mendapatkan kebahagiaanya kembali. Hingga takdir mungkin sedikit berbela sungkawan dengan nasibnya. Membuat mereka akhirnya dipertemukan. Entah apa sebenarnya tujuan mereka di pertemukan. Entah untuk membawa kebahgiaan atau malah kian menambah luka?? Tapi ia bertindak dengan acuhnya, toh yang pasti saat ini ia merasa begitu yakin bahwa pria yang Tuhan kirim dapat membantunya untuk melihat kembali sepercik cahaya. Namun tak ayal, takdir memang terlihat begitu lihai mempermainkan kehidupan. Takdir yang membawa ia dekat dengan harapannya, namun takdir jugalah yang membuatnya jatuh untuk kesekian kalinya. Ketika sebuah kebahagiaan terlihat mendekatinya, namun naas. Kenyataannya, kebahagiaan yang ia lihat hanyalah sebuah ilusi semata. Karena tanpa ia sadari, ia tetap berjalan di atas percikan kaca-kaca. Berjalan menuju kehancuran. Berjalan menuju akhirnya. Hingga sampailah ia di garis finishnya. DON'T COPY PASTE OKAYY!!!!!!! Thanks guysβ€πŸ“

More details
WpActionLinkContent Guidelines