BLESSURE

BLESSURE

  • WpView
    Reads 1,250
  • WpVote
    Votes 437
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 17, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Cover by Pinterest --- "Cewek bisu kaya lo ngga pantes ada disini, bahkan ngga pantes lahir di dunia!" "Kalo lo hidup cuma buat nyusahin orang, mending mati aja." "Kalo ngga bisa ngomong yaudah diem, ngga usah pake bahasa isyarat segala, enek gue!" Kinan selalu diam, dia hanya bisa menunduk tanpa melakukan perlawanan. Kinan juga ingin bahagia, bukan salahnya jika dia terlahir berbeda. Akankah hidup yang penuh luka itu berubah setelah Kinan mengenal Rafael, lelaki yang bisa membuat dia bahagia ditengah lukanya?
All Rights Reserved
#145
rafael
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • HYUNA'S LIFE
  • JEAN
  • Kinan's Life Story (SELESAI)
  • AVOID
  • Raka's Missions! [COMPLETED]
  • SEPARATED BROTHER [END]
  • Let Me Love You Longer
  • GALTHAR
  • RUANG KINANTI

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines