We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sehangat Pelukan Senja

Sehangat Pelukan Senja

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Berdoa tentangmu adalah hobi baruku. Mengharapkanmu merupakan bagiannya. Mengikhlaskan ialah serpihan manisnya. Tidaklah ada doa yang kurangkai dalam harap untuk meraup kata manis, jika tidak ada luka menggeliat pada rongga-rongga yang mengaku hati. _____ Bercerita tentang seorang gadis remaja yang selalu gagal dalam melupakan sosok dia ... siapakah sosok dia itu? dan apakah ia bisa melupakan dia? atau justru semakin terpuruk menginginkan sosok dia yang belum pasti menjadi takdirnya? atau .... justru takdir berkata lain? ______ #Pesan dari author semoga bermanfaat dan banyak hikmah yang diambil :) Salam hangat penuh cinta:* semoga kalian sukaaaaaaaaaaa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENJA KU SENJA MU
  • LOVE or FRIENDS [completed]
  • COMPLICATED || END
  • Leader Girl (END)
  • Bumi & Takdirnya
  • Cephalotus
  • Aku Dan Sebuah Do'a (Sudah Terbit)
  • Rahasia Sebuah Cinta
  • 💞Takdir Cinta💞

Persahabatan adalah kunci pertemanan yang baik. Tak jarang persahabatan yang akhirnya membawa pada perasaan yang lebih. Jingga dan langit bersahabat sejak kecil hingga remaja, disalah satu antara mereka menginginkan lebih dari sebuah sahabat. Tapi semua tak seperti yang diinginkan, semua berubah ketika ada orang lain yang datang diantara mereka. --------- Ketika satu jiwa menyapa dan bertemu dengan hati, maka rasa tak lagi dapat dipungkiri. Senja pun datang membawa kebahagiaan dan kesedihan, tak kala perasaan yang tumbuh dengan cinta harus dilapisi dengan kecewa dan air mata .. Semua semakin bewarna ketika dia bertemu pada pria yang membuatnya lupa atas segala yang dirasa, bernama awan. semakin hari semakin kurasa, ku tak bisa membohongi semua karena aku memang merasakannya. jika semua tak lagi bisa bersama seperti senja pada malam, lalu bagaimana mentari pada pagi? [Part by part]

More details
WpActionLinkContent Guidelines