Dari Kea: Untuk Arjuna

Dari Kea: Untuk Arjuna

  • WpView
    Reads 286
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 27, 2021
Ini tentang Arjuna Bintang Verga. Tentang pemuda yang sangat baik dalam memainkan perannya. Ajun adalah tembok kokoh yang bisa roboh dengan satu sentuhan. Senyum dan tawa yang selalu ia tunjukan di balik tangisan yang menunggu untuk keluar. Karakternya yang ceria membuat orang-orang tak tahu luka sebesar apa yang ia miliki. Namun kehidupan Arjuna berubah setelah bertemu dengan Kea, cewek galak maniak kopi. Baginya, Kea adalah tempat bersandar juga rumahnya. Dimana Kea menjadi tempat Ajun menumpahkan semua tangisnya yang selama ini tertahan di bahu gadis itu. Disaat orang-orang menghinanya dengan kata-kata yang menohok, Kea tetap berada disisinya. Mendekapnya erat seolah-olah ia akan hancur hanya dengan sekali sentuhan.
All Rights Reserved
#707
itzy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Playboy
  • Stumbled Into You
  • COMPLICATED✔️
  • MAWAR DARAH & HALILINTAR BIRU (TAMAT)
  • Twins | Jihoon & Junkyu
  • RADESTA
  • pewaris yang terlupakan
  • Cupu is Ketua Geng [COMPLETED]
  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  •  Bloody ink [ END ]

PINDAH KE FIZZO DENGAN JUDUL YANG SAMA Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines