Witches' Warlock

Witches' Warlock

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 28, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
Witch? Apa itu? Sejenis makanan yang terbuat dari telur yang dijepit roti? Bukan, itu sandwich. Lantas... Penyihir? Hahaha... Konyol! Zaman sudah berteknologi tinggi seperti sekarang, mana ada yang namanya penyihir! Kira-kira seperti itulah yang ada di pikiran setiap orang, termasuk seorang remaja laki-laki yang akrab dipanggil Gaga. Tentunya, itu sebelum Gaga melihat langsung seorang gadis sedang melayang-layang di udara sambil menunggangi tongkat sihirnya di langit malam bercahayakan bulan dan bintang! Hari itu, detik itu juga, adalah momen yang membuat dunia Gaga berbalik 180⁰ dari yang membosankan menjadi... Yah, begitulah. Bahkan dia sendiri tidak dapat mendeskripsikannya hanya dalam satu atau dua kata saja. Note : Cover bukan milik saya. Saya hanya mengambil salah satu gambar dari Pinterest dan diedit sedikit. Apabila ada kesamaan nama, tokoh, tempat, atau peristiwa, itu hanyalah kebetulan semata.
All Rights Reserved
#250
harem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ventiones Academy [REVISI]
  • MAGICALLY ACADEMY
  • My Girlfriend Is A Shadow
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • Another World - Annasach
  • Lost In Your Mind
  • The Savior of the Magic World "Crystal Academy" (END) [SDH PERNAH TERBIT]
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
  • Lulu

Aku hanya seorang gadis berumur tiga belas tahun yang biasa saja. Aku ini sama seperti yang lain. Jadi tidak ada yang istimewa dari diriku. Sampai .... "Selamat, Anda diterima di Ventiones Academy." Aku tak pernah mendengar ada academy semacam itu. Semuanya langsung berubah. Hidupku yang awalnya berwarna hitam-putih, berubah menjadi warna pelangi. Rasanya mataku sampai pusing melihat semua warnanya. Tidak bukan mata, tapi otakku. Oh, aku menyesal ketika kehidupanku sebelum ini aku kurang banyak bersyukur. Aku ini masih tiga belas tahun. Tapi kenapa kejadian yang kualami di luar batas umurku? Sebentar, di luar batas bukan berarti seperti adegan dewasa! Maksudku seperti peperangan? Pembunuhan? Baiklah, aku sepertinya sudah gila. Aku jadi iri dengan remaja normal seperti kalian. **** Cerita ini murni dari pikiran saya sendiri. Karena saya selalu berkhayal yang tidak logis, jadi saya lampiaskan ke dalam cerita ini. Jika ada kesamaan nama dalam cerita ini, itu artinya kebetulan. Vote? Baca aja dulu! Nggak vote juga gpp. Asalkan sudah dibaca ceritanya dan sudah ditaruh di perpustakaan kalian. **** ⛔Lagi tahap revisi. Jadi jangan terkejut jika ada perubahan kata atau chapter secara tiba-tiba

More details
WpActionLinkContent Guidelines