Story cover for Witches' Warlock by FranticDoctor
Witches' Warlock
  • WpView
    LETTURE 56
  • WpVote
    Voti 7
  • WpPart
    Parti 1
  • WpView
    LETTURE 56
  • WpVote
    Voti 7
  • WpPart
    Parti 1
In corso, pubblicata il apr 27, 2021
Witch? Apa itu? Sejenis makanan yang terbuat dari telur yang dijepit roti? Bukan, itu sandwich. Lantas... Penyihir? Hahaha... Konyol! Zaman sudah berteknologi tinggi seperti sekarang, mana ada yang namanya penyihir!

Kira-kira seperti itulah yang ada di pikiran setiap orang, termasuk seorang remaja laki-laki yang akrab dipanggil Gaga. Tentunya, itu sebelum Gaga melihat langsung seorang gadis sedang melayang-layang di udara sambil menunggangi tongkat sihirnya di langit malam bercahayakan bulan dan bintang!

Hari itu, detik itu juga, adalah momen yang membuat dunia Gaga berbalik 180⁰ dari yang membosankan menjadi... Yah, begitulah. Bahkan dia sendiri tidak dapat mendeskripsikannya hanya dalam satu atau dua kata saja.

Note : Cover bukan milik saya. Saya hanya mengambil salah satu gambar dari Pinterest dan diedit sedikit. Apabila ada kesamaan nama, tokoh, tempat, atau peristiwa, itu hanyalah kebetulan semata.
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Witches' Warlock alla tua libreria e ricevere aggiornamenti
oppure
#17warlock
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
My Girlfriend Is A Shadow di BianNbluE
5 parti Completa
Di suatu hari, seorang anak remaja berusia 16 tahun tengah duduk di sebuah taman belakang sekolah yang sudah sepi dari para murid SMA Garuda di Jakarta. Saat itu, remaja tersebut sedang menangis dalam diam sembari menyandarkan kepalanya di batang pohon. Matanya terpejam kuat, isaknya kian terdengar walau sudah ia tahan. Nama pemuda tersebut adalah Aiden William Abhivandya. Singkat kata dan singkat cerita, dia mengalami depresi karena Ayah dan Ibunya yang baru saja meninggalkan dia untuk selamanya. Tidak, bukan meninggal, melainkan meninggalkan dia hanya seorang diri tanpa di temani siapapun. Ya, dia sendiri, dan apakah kisahnya akan berakhir sampai situ saja? Tentunya tidak. Kisahnya berlanjut kembali ketika ia bangun dari kamar mandinya, dan ia terkejut dengan adanya 'sosok wanita berparas cantik' duduk di sofa ruang tamunya. Siapa dia? Apa gadis cantik itu hantu? Dengan rasa takut yang sudah memupuk di dalam hatinya, ia mencoba memberanikan diri untuk bertanya pada gadis cantik yang tengah menatapnya dengan lekat. "Kau ... siapa?" tanya Aiden dengan raut wajah bingung. Gadis tersebut tersenyum lalu bangun dari duduknya, ia mengulurkan tangan kanannya dan kemudian tersenyum manis, "Aku ... adalah 'bayanganmu, Aiden." Pertemuan dan perkenalan saat itu membuat Aiden langsung jatuh terduduk lemas karena dia baru saja mendengarkan kata-kata yang tak dapat ia pikirkan dengan nalarnya. "Dia ... bayanganku?" Ia tersenyum, "Konyol sekali!" Dan pada akhirnya, Aiden menganggap bahwa gadis cantik tersebut adalah gadis aneh. Dan ... kisah dilanjut ke Eps 1 oke 👻 Bye.
TRY di dhiniananda
14 parti Completa
Cover by @aynunsuci Di sebuah cafe ada seorang gadis remaja duduk sendirian seakan sedang menunggu seseorang tapi entah siapa?. Dengan keadaan cafe yang cukup penuh dengan orang-orang yang sedang bermain game P*BG, gadis itu seakan tak betah lama-lama berada di tempat ia duduk. berulang kali ia melihat jam Handphone nya yang telah menunjukkan 20 menit ia menunggu tapi belum juga seseorang yang ia tunggu datang. Tak lama kemudian ia mendengar suara seseorang yang memanggilnya dari arah pintu masuk. "Mel, Amel.....". Gadis itu pun segera menoleh kan wajahnya ke arah belakang tapi, dengan cepat tangan seseorang itu menutupi kedua kelopak mata gadis ini. Disaat gadis remaja ini akan melepaskan kedua tangan seseorang itu dari kelopak matanya. Ia mencium aroma bau yang sudah familiar di penciumannya. Aromanya seperti bau minyak gorengan dicampur dengan upil gajah. Dan dengan sigap Gadis remaja ini memegang erat tangan seseorang itu dan segera melepaskan kedua tangan yang menutupi kelopak matanya . Setelah tangan itu terlepas ia langsung melihat siapa pemilik tangan upil gajah itu. Dan benar pemilik tangan itu adalah Si Bulet eh maksudnya tangan Delia Delia adalah temen akrabnya Amel ( Gadis remaja). Dan Amel pun langsung mengerutkan kening datarnya itu yang seakan sedang mencerminkan sikap heran melihat si Delia yang sedang tertawa seperti anak TK Paud. Ok guys___ ceritanya akan di usahain Up terus... Dannnnnnn!!!! Mohon maaf jika ceritanya agak sedikit Gaje (Gak Jelas). Dikarenakan aku sendiri baru belajar membuat cerita..--- Mangat Bacanya... Go.. go.. go..
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 9
WIZARD (Broken Butterfly) END cover
Another World - Annasach cover
The Zodiac Academy In Olympus [END] [Noveltoon] cover
Titik di Bagian Koma cover
My Girlfriend Is A Shadow cover
TRY cover
Element : Elemental High School {END}[Dreame] cover
The Daily Life of Kawaii Witch  cover
Lost In Your Mind cover

WIZARD (Broken Butterfly) END

55 parti Completa

Yang bersinar di malam hari hanyalah kunang-kunang, namun yang ku lihat malam itu adalah sesuatu yang lain. bukannya makhluk kecil seperti titik cahaya layaknya bintang di langit, mahluk itu serupa kupu-kupu, yang mengeluarkan cahaya. Awalnya ku pikir, itu hanya khayalan ku saja. sampai kejadian tak terduga terjadi, sejak malam itu aku berubah. diikuti dengan kejadian aneh yang lain, sebuah sekolah yang menyebut diri mereka Wizard Academy, menarik orang-orang yang memiliki kelebihan. Sejak bergabung, aku menyadari keanehan, dihantui oleh mimpi-mimpi aneh tentang teman masa kecil yang sudah lama tidak ku temui. Membawa ku kepada Dea, pemimpin sekolah tersebut menyimpan sebuah rahasia besar di dalam akademi. Tidak hanya itu, perlahan terungkap, sejak awal semua hal aneh yang terjadi saling berhubungan. Dimulai dari kupu-kupu bercahaya, penarikan orang-orang berkemampuan oleh Wizard Academy, hingga terungkap jika ujung dari semua hal aneh itu membawa kami ke dunia lain yang sedang mengalami masalah besar. kami tidak mendapatkan berkah, namun kutukan. Untuk melanjutkan hidup, aku dan teman-teman ku memulai pemberontakan. Demi keselamatan hidup kami, dua dunia yang terancam, dan Teman masa kecil ku yang menunggu pertolongan.