SYERA
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
LOW UPDATE Prolog : Seorang gadis kelas 12, bernama Syera Tiffania, dia di takdirkan lahir dari keluarga mampu bahkan sangat mampu, tapi dia tidak di takdirkan untuk menerima kasih sayang dari keluarganya. Bahkan, selama 17 tahun dia hidup, dari bayi hingga sekarang, dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari keluarga dan temannya, entahlah apa yang membuat dunia sangat benci kepadanya. Sehari-hari yang dia dapatkan hanyalah kekerasan dari keluarganya dan bullying dari teman-temannya. Tapi dia selalu yakin bahwa dia bisa bertahan walau fisik dan mentalnya terluka.
All Rights Reserved
#35
syera
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • CODE 17
  • I'M KAI! [END]
  • Sheina (Terbit)
  • Bunuh Diri Karena Depresi [Tamat]
  • I'm Not Sassy (Tahap Revisi)
  • ALUNA
  • SAD LIFE (TAHAP REVISI)
  • AFTER SAD [Revisi]
  • AMORA Wounded Girl (Perjodohan)

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines