Sebuah Dandelion dari 056

Sebuah Dandelion dari 056

  • WpView
    Reads 15,167
  • WpVote
    Votes 1,434
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 6, 2026
Zero yang hari itu berniat untuk bunuh diri, justru terlibat dalam kecelakaan sepasang suami istri asing yang meninggalkan seorang anak kecil berusia 5 tahun yang tidak dapat berbicara. Hingga kejadian itu membawa perjalanan Zero untuk bertahan hidup lebih lama bersama si bocah. Perjuangan hidup Zero dan si bocah tak ubahnya menjadi perjalanan panjang yang pada akhirnya membukakan mata batin Zero bahwa dia kini memiliki harapan lain, bahwa dia dapat berguna dengan hidup menyandang sebagai sosok ayah. kehidupan yang sulit seperti tak pernah ada habisnya menjerat mereka, hingga dipuncak kesengsaraan takdir yang membuat Zero kehilanga identitasnya. yang membuat Zero masuk pada lorong jeruji besi tanpa nama, yang membuat Zero pada akhirnya hanya menjadi angka-angka tahanan tak bermakna. ----------- Cerita ini tentang perjalanan dua orang asing yang sama-sama tidak diakui keberadaanya oleh keluarga mereka. mereka disatukan untuk saling menyembuhkan, tetapi setelah mala petaka besar menyapa. mereka justru sadar, bahwa orang-orang yang tumbuh dengan luka yang sama. tidak akan pernah mampu menjalin hubungan, sekalipun berusaha. Mereka akan kembali bermasalah dengan Takdir yang menyengsarakan. nb : ini kisah tentang cinta kasih seorang ayah kepada putrinya, cinta seorang gadis kepada remaja sebayanya. dan perjalanan seorang ayah ketika dia menjadi tahanan disebuah ruang tanpa nama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Love You Longer
  • Paradise
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Penuh Luka (On Going)
  • HIDDEN I (The End)
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • SILENTIUM || End✓
  • Irene's Mission!
  • SACRIFIER | ONGOING and REVISION

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines