Denting Bel Kelas Sebelah

Denting Bel Kelas Sebelah

  • WpView
    Leituras 54
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadMaduroConcluída qua, ago 25, 2021
WpInfo
Ficção
Terror
Sari dan keempat sahabatnya bertemu dalam satu kelas kembali, mereka merupakan sahabat sejak kelas dua Sekolah Dasar. Setelah di kelas tiga dan empat terpisah kini mereka disatukan kembali di kelas lima. Dentingan bel terdengar semakin sering dan membuat Mrs. Annita menjadi semakin kesal dengan anak-anak kelas sebelah, setiap ditanya anak - anak kelas sebelah selalu tidak ada yang mengaku. Hal ini yang membuat Mrs. Annita semakin emosi karena merasa dipermainkan. Saat perkemahan disekolah kak Coco juga melihat bayangan seorang anak kecil sedang mengenakan baju tidur yang sangat kuno dan lusuh, sambil berjalan dengan memegang sebuah bel ditangan kanannya, pandangan anak itu kosong. dia berjalan di teras kelas atas dan menghilang tepat di depan kelas 5F. Sari dan teman-teman berusaha menolong Mrs Annita yang akan dicelakai oleh bayangan seorang perawat yang mempunyai mata merah bergigi runcing dan selalu tertawa menyeramkan. Kak Coco dan kak Roy ikut membantu mengusir makhluk-mkhluk yang mencoba mengganggu anak-anak yang sedang berkemah. Bagi Sari dan teman- teman malam PERJUSA di halaman sekolah mereka terasa sangat panjang dan melelahkan.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • 12 Titik Balik (END)
  • I'm Not A Troublemaker #1
  • De Liefde
  • Dia Adalah Kakak Kelasku
  • Reset
  • Martanita [END]
  • The Mistery [The End]
  • [END] High School of Mystery: Russet Case
  • Lelaki yang Menyimpan Senja di Matanya

(Sudah revisi) SMA Garuda Merah, sekolah megah penuh ambisi, kini menjadi kandang maut bagi dua belas jiwa muda. Dalam satu malam penuh misteri, gerbang terkunci, listrik padam, dan suara Kepala Sekolah menggemakan perintah mematikan: "Bertahanlah, atau hancur bersama waktu." Aneth, gadis tangguh namun rapuh, harus memimpin teman-temannya menari di ujung pisau. Persahabatan diuji, cinta dipertaruhkan, dan pengkhianatan berbisik di setiap sudut gelap lorong sekolah. Malam-malam panjang penuh teriakan dan isak tangis, membuat solidaritas pecah. Saat darah membasuh lantai sekolah, dan satu per satu nyawa direnggut, Aneth sadar: di permainan ini, tidak ada pahlawan - hanya korban dan pengkhianat. Di ujung segalanya, saat tubuh-tubuh yang dulu hangat kini membeku, Aneth berdiri sendiri, menggenggam bendera yang kini basah oleh darah. Dari balik jeruji tak kasat mata, ia menyadari: yang tersisa dari hidup bukan kemenangan, melainkan luka yang abadi.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo