LEMARI BESI

LEMARI BESI

  • WpView
    Leituras 69
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadConcluída sáb, mai 1, 2021
WpInfo
Poesia
Lemari Besi adalah kumpulan puisi karya Agung Pranyoto yang mengangkat tema kenangan. Kenangan-kenangan itu telah terkunci dua puluh tahun didalam lemari besi. Hingga pada saat terbuka dan terungkap, semuanya menjadi cerita yang tak ada ujungnya. Pada akhirnya, lemari besi terkunci lagi dan menyimpan kenangan itu dengan rapi.
Todos os Direitos Reservados
#116
puisiromantis
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • FAIR UNFAIR
  • TENTANG RASA
  • Love Therapy (Selesai)
  • [End] Impossible Possibility
  • Nostalgia Cinta Dalam Rindu
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • Fragmen Waktu
  • Yang Amerta di Dalam Aksara (HIATUS)
  • Di Setiap Bilik Hati, Ada Kamu

*Pemenang Grassmedia Fiction Challenge 2020* Kata Praska, Maura itu bodoh dan selalu melakukan segala hal berdasarkan prinsip tapi tanpa pertimbangan. Jadi, saat Maura kehilangan pekerjaan dan membawa pulang beban hutang yang banyak sekali kepada kantor, menurut Praska hal itu terjadi mutlak karena kebodohan Maura sendiri. Praska ingin Maura berubah jadi perempuan yang melihat segala hal dengan perhitungan jangka panjang. Lalu bagaimana jika dalam perjalanan membebaskan diri kungkungan masalah, Maura justru diharuskan bekerja untuk pengidap narkolepsi, Christopher Park, seorang pemuda asal Korea yang butuh referensi budaya Indonesia demi karir dan gelar pendidikannya? Maura harus menemani Chris mendalami rupa-rupa Indonesia sesuai daftar kegiatan yang ada di bukunya, Maura juga harus mengumpulkan banyak uang, dan terakhir, Maura ingin menyelamatkan masa depan percintaannya dengan Praska. Tapi apakah benar, Maura hanya perlu menahan rasa kecewa sebentar saja? Apakah masalahnya bisa diselesaikan dengan mudahnya? Apakah semua yang dijalani Maura sudah bisa dikatakan adil? Atau malah sama sekali tidak adil? Warm Regards, Akhiriana Widi

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo