Bangtan pulkam

Bangtan pulkam

  • WpView
    Membaca 52
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Okt 20, 2023
WpInfo
Fiksi Penggemar
BTS
Novel ini bercerita tentang tujuh anak itik yang yang hidup dalam satu dorm,di dorm yang penuh dengan hal-hal absurdyng bisa bikin overthink dan penuh dengn manusia manusia berotak alien alias 4G. Apalagi mereka ngerencanain buat pulang kampung,iyaa!!pulang kampung,b aja si cuman masalahnya mereka ga pulkam ke rumah para anak itik itu malah nyasar ke kampung orang !!!daripada penasaran mending nyimak aja ngab!!! !!perhatian!! ~~cerita penuh dengan hal-hal absurd yang bisa bikin operting jadi jangan kepikiran apalagi dipikirin!~~ ^cerita yang dibuat sama authhor gabut yang ajaib bin magic karena ini hanya fanfic alias cerita khayalan author doang bagi yang gasuka apalagi ga terima jangan banyak bacot langsung skip aj ^ Sekian terima gaji ~author~
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#51
jiminbts
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • ONLY YOU(只有你)
  • Truth or Dare | KookV
  • Aleum And 7
  • Babies in the House
  • ABANG (END)
  • Biantara | Lee Jeno
  • Angels and a Girl {BTSZy} [END]
  • MY DREAMS IS COME TRUE

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan