CERITERA DI BUS MALAM  ✔

CERITERA DI BUS MALAM ✔

  • WpView
    LETTURE 798
  • WpVote
    Voti 23
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadCompleta mar, gen 25, 2022
[ C E R P E N ] Kala itu udara pagi yang dingin dengan suara khas sepinya dini hari membuat kecanggungan di antara aku dan dia semakin terasa. Tak ada yang berniat memulai pembicaraan di antara kami. Dia sibuk dengan gambarnya dan aku sibuk memperhatikannya. Entah sejak kapan aku tertarik memperhatikan orang asing. Hanya saja aku merasa ... dia berbeda. "Sudah?" Tanganku yang hendak mengangkat gelas terhenti seketika sebab mendengar suaranya. Aku menoleh, melihat dia yang lagi-lagi menunjukkan senyumnya. Barangkali warung ini tidak remang dan cukup terang mungkin dia bisa melihat pipiku yang terasa berdesir dan kuyakin pasti memerah. Tidak tahu kenapa rasanya lama-lama senyuman pria ini mengganggu pikiran dan hatiku. Dia terkekeh pelan, pasti menertawakan wajahku yang masih melongo tidak paham dengan apa yang ia tanyakan. "Sudah apanya?" Tanyaku balik setelah sedikit berhasil mengendalikan diri. "Sudah puas belum memperhatikan saya?" Copyright © 2022 by Vidiasst_
Tutti i diritti riservati
#723
ceritapendek
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • [COMPLETED] 7 Days
  • My Sweet Lσ‎‎ve
  • He Was My First Love
  • He Was My First Romance
  • Asing kembali Asing🌜🌚
  • Arsyilazka
  • Semu [Completed]
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Flashlight (SUDAH TERBIT)
  • Rannia√

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti