Lalu Lintas Asa

Lalu Lintas Asa

  • WpView
    LECTURAS 25
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, abr 29, 2021
"Kak, aku merindukanmu." "Apa kabarmu di sana? kakak bisa tersenyum lebar, di sana kan?" "Kak, kalo kita masih bisa berjumpa, aku bersyukur pada Tuhan, masih memberi kita kesempatan. Tapi, sepertinya itu mustahil." ___ Mengapa itu mustahil? Saya pun kurang paham. Namun, Semenjak ditelusuri lalu lintas asa, saya jadi mengerti. Alasan mengapa orang-orang masih bertahan di sini, bukannya ini tidak layak dihuni. Lalu lintas asa, memang tidak ditelusuri oleh pikiran-pikiran sehat, melainkan hanya bisa ditelusuri oleh pikiran-pikiran jahat. Dikendalikan oleh harapan, tidak akan pernah adanya langkah kemajuan. Itu wajar, dari kemauan lah yang membuatnya berharap. Hingga melupakan langkah perjuangannya jadi kesalahan terbesar. Jujur, itu tidak bisa membuatnya terbangun. Dari titik-titik terendah di lalu lintas ini, saya menemukan sosok yang sebenarnya saya cari selama ini. Sosok itu adalah diri saya sendiri. Akhirnya saya bisa rasakan betapa indah hari itu, terlepas dari sebelumnya kisah sedih telah terlukis. Saya bocah malang yang bernama Dhelan, impian saya sederhana, yaitu saya bisa berguna bagi banyak orang. Meski banyak sekali pesaing, menyerah bukan jawaban. Kini saya hadir dari masa lalu untuk kembali ke masa yang akan datang menjemput harapan yang hilang. Saya bukan orang hilang! Saya hanya secarik kertas yang kosong, namun belum ditulis oleh pengarang. Bisakah saya melintasi lalu lintas asa untuk menjemput sesuatu yang hilang di masa lalu? Saya harap, pengarang tidak me-rekayasa harapan saya, itu kan gak lucu! Sesuai banyak orang bilang padaku, "Elu gabakalan mampu, dasarnya aja orang susah!" Kini saya menutup rapat telinga dari kegelisahan terhadap apa yang orang bilang dan berkata di hati bahwa, "Saya hanya manusia biasa, tapi saya selalu mencoba. Meski berjuta tusukan tombak lalu diguyur air cuka telah dirasakan. Saya bisa menahan itu semua." Karena saya telah membaca kisah ini. Author: Moch Wildan Mulai ditulis: Jakarta, 27 April 2021
Todos los derechos reservados
#11
juara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]
  • Manajemen Rumah Tangga ✔
  • With You Until Jannah √ || End
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • ILHAM UNTUK MELLY [SELESAI]
  • Magical Feeling
  • MAHESWARI  (selesai)
  • Jeritan Anak Broken Home 17+

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido