Singularity; Mada vol. 1

Singularity; Mada vol. 1

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 14, 2021
Singularity /sin·gu·lar·i·ty/ condition of being singular. A collaboration story by @eldesoseol w/ @Bluefavrt_ Cerita dalam bahasa Indonesia. ______________________________________________ Rintik hujan mulai turun membasahi tanah. Seorang gadis yang duduk di sebuah cafe menghela nafas berat, sudah lebih dari dua jam dia menunggu seseorang di sana. Namun, yang ditunggu tak kunjung menampakan batang hidungnya. Aisa, gadis itu membuka ruang obrolan di ponselnya. Mengirimkan pesan agar seseorang itu cepat datang. Menunggu sedikit lebih lama namun tak kunjung mendapat balasan, ia bangkit dari duduknya dan melenggang ke luar cafe. Menghentikan taxi lalu pergi meninggalkan cafe itu tanpa peduli bisa saja orang yang ia tunggu datang sebentar lagi. Aisa kadang berpikir, haruskah ia menyerah atau menunggu sampai waktu itu datang? Benvenuto, selamat datang. Mari bertemu dengan si manis Aisa dan si dingin Mada. ______________________________________________ Terima kasih sudah mau membaca tulisan kami yang masih dalam tahap belajar. Kritik dan saran yang membangun akan sangat membantu kami menjadi lebih baik.
All Rights Reserved
#158
dance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FIZYA
  • Our Story (END)
  • It's Me
  • Ruang kosong di pojok Hati (SELESAI)
  • My Roommate Is a Badgirl
  • Fake Love ✔
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • ALVIVA (END)
  • I Hate Rain
FIZYA

welcome my story>< 📌 Jangan lupa Follow sebelum membaca 📌Jangan lupa Vote and komen 🍀🍀🍀 "Kenapa semuanya pergi!" Gadis itu berhenti berlari. Hujan masih saja membasahi bumi. "Gue cape! Gue cape, jika harus berpura-pura kuat hiks hiks." Gadis itu masih saja menangis, air matanya terbawa oleh rintikan air hujan. Seseorang yang terlihat ceria belum tentu dia bahagia. Bisa saja ada luka yang bersembunyi dibalik senyum itu. Bagaimana sikap kalian saat keluarga kalian tak menganggap mu? Persahabatan yang mulai merengegang, bahkan orang yang dijadikan sandaran pun telah pergi untuk selamanya. Akankah dia bisa bertahan? Atau bahkan memilih menyerah saja dengan takdir? selamat membaca') 🍀🍀🍀 cerita fizya yang dulu sama di aku hapus karena menurut aku ceritanya kurang baik. Tetapi memang disetiap karya pasti ada kekurangannya . Termasuk karya aku ini:) Start: 18 april 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines