Bukan Istri Mandul

Bukan Istri Mandul

  • WpView
    Reads 138
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 2, 2021
Mungkin sudah biasa, jika dalam sebuah rumah tangga. Seorang istri pasti selalu disalahkan saat belum memiliki keturunan. Seperti yang dialami oleh Nela. Ia selalu disindir dan diejek oleh tetangga beserta iparnya. Seharusnya semua bisa Nela hadapi dengan tegar jika ada Rustam di sisinya dan selalu mendukungnya. Namun sayangnya hal itu tidak terjadi. Rustam sang suami malah ikut menyalahkan dirinya.
All Rights Reserved
#347
pelakor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • NAYLA  || Luka Berakhir Duka (End:Revisi📌)
  • Alena
  • 1 Cinta 2 hati (Tamat)
  • TRAUMA DAN CINTA [END]
  • Balas Dendam Istri Yang Kau Remehkan (END)
  • Dark Angel✔
  • Sepotong Luka
  • Trapped in Hope (End)
  • EX HUSBAND

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines