Es Batu

Es Batu

  • WpView
    LECTURAS 9
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 13, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
"Aku harap kau adalah teman hidup terakhir ku, jika bukan kau setidaknya mirip seperti mu." -Azriel- "Maaf aku sempat berharap memiliki mu, mungkin ini terakhir kali, kedepannya tidak lagi." -Huwaida Adibah Ufairah- ________________________________________________________ Jika kamu pikir cinta itu menyenangkan, kamu salah. Nyatanya tidak seindah seperti apa kata orang-orang. Itu menurut ku, jika kamu memang tidak merasakan hal apa yang aku rasakan, jauh lebih baik seperti itu. Kamu pikir mencintai dan dicintai itu membuat mu tenang? Tidak, tidak sama sekali. Panggil aku bodoh, iya memang benar. Katanya, "Cintailah orang yang mencintai mu." Nyatanya tidak semudah itu, kamu paham? Aku memilih dia yang aku cintai. Dia orang yang aku cintai, mungkin saja malah membenci ku atau bahkan tidak mengenalku. Kamu pernah merasakan hal sama dengan ku? Tolong jawab pertanyaan ku ini, bagaimana menghilangkan yang ku sebut cinta ini? Lalu bagaimana melupakan sosoknya yang selalu memenuhi kepala ku hingga saat ini? Akhirnya hanya perlu satu alasan untuk mencintai, What is that? Cintai pencipta-Nya sebelum mencintainya. ________________________________________________________ Publish : 13 Mei 2021 End : -
Todos los derechos reservados
#6
esbatu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • ILHAM UNTUK MELLY [SELESAI]
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Wa'alaikumsalam My Possessive Husband [END]
  • Akhir Kisah [SELESAI]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Hijrahku Menuju Halalku
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • Bidadari yang Tersembunyi[END]

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido