A Song For A Star

A Song For A Star

  • WpView
    Reads 250
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 2, 2024
[Slow-Update] "Dear Diary," ... "Meskipun aku takut suatu saat hal ini akan terjadi, tapi mau bagaimanapun sebuah pertemuan akan berakhir dengan sebuah perpisahan, kan?" ... "Awalnya aku berpikir bahwa kami bisa melalui semuanya bersama, seperti yang terucap pada malam itu. Namun apa itu semua hanya ada dalam anganku saja? Apa janji itu hanya sebuah ucapan tanpa makna?" 밤하늘에 널 불러도 대답 없는 검은 침묵 무서워 I want to be your nap, so I can dream with you, no matter when (Aku ingin menjadi tidurmu, agar aku bisa bermimpi bersamamu, kapan pun) 이대로 잊게 될까 봐 As if nothing had happened (Seakan tidak terjadi apa-apa) 마법 같던 그 순간들 너와 걷던 밤하늘도 The moments that felt like magic and brilliant night sky (Setiap momen yang terasa seperti sihir dan langit malam yang gemilang) 꿈처럼... They're on my mind (Itu ada dalam pikiranku) [Lagu: Nap Of A Star, Oleh: Tomorrow X Together] ©A Song For A Star Start : 24th December 2021 End : [On Going]
All Rights Reserved
#566
promise
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Complicated ✔[Belum Revisi]
  • To Nights {END} REVISI
  • [√] DARKNESS
  • LAKARA - LHS & SHB
  • Bianglala
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • [✓]D A R K - NCT x SKZ | 00Line
  • LABYRINTH OF MAGIC [√]

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines