🔪NARENDRA🔫

🔪NARENDRA🔫

  • WpView
    LECTURES 726
  • WpVote
    Votes 107
  • WpPart
    Chapitres 16
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., janv. 9, 2022
Membunuh adalah nafsuku setiap yg bernyawa pasti akan mati suatu saat nanti. Kapan dan di mana bahkan seperti apa kematianya tidak ada yg tau,namun bagaimana jika seseorang mampu mendahului takdir atau kematian seseorang hanya karena alasan tertentu. ini bukan lah sesuatu untuk melawan takdir karena pada dasarnya takdir tidak bisa di lawan sekuat apa pun kita melawan nya pada akhirnya kita akan kalah. namu seorang narendra dengan sangat mudah membuat mu menemui ajal mu. jika kamu bermain - main denganya ,maka dia lah yg kan menjadi pemenangnya. sedangkan jika Narendra membunuh mu maka Sanara akan menyelamatkan mu . singkat saja ini sama hal dengan Iblis dan malaikat yg saling bertarung secara halus. karena pada akhirnya sanara adalah kelemahan untuk narendra begitu pun sebaliknya . namun untuk mempertahanyakan itu semua tidak lah mudah. mungkin cinta akan mempersatukan mereka? atau kah antara narendra dan sanara akan terus saja saling membunuh dan menyelamatkan ? #Hai semua mian kalau deskripsinya gak nyambung semoga kalian paham #Selamat membaca & berhalu....... wk.wk wk #jangan lupa tinggalkan kenangan mebambaca mu (like bintang komen shere) *TERIMAKASIH
Tous Droits Réservés
#67
narendra
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • I'm Sorry | Completed [✓]
  • 𝐑𝐄𝐈𝐍𝐊𝐀𝐑𝐍𝐀𝐒𝐈 𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐀𝐌𝐔[ READY BOOK ]
  • Liontin Time (NominHyuck)
  • 𝐍𝐀𝐑𝐄𝐍𝐃𝐑𝐀
  • ATTESA [Completed]
  • LOVE for the MAKNAE 2
  • Twins; Jevan-Nevan [TERBIT]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu