Nyctophilia [On Going]

Nyctophilia [On Going]

  • WpView
    LECTURAS 15,471
  • WpVote
    Votos 10,786
  • WpPart
    Partes 31
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 5, 2023
Tentang seorang gadis yang bertahan hidup tanpa adanya definisi cinta yang ia pegang. Anak yang selalu di anggap pembawa sial, selalu sabar dalam menghadapi kekerasan batin di setiap harinya. "Senyuman membuat mereka yakin aku kuat" kalimat itu menjadi penyemangat dirinya. Mengeluarkan semua derita nya hanya dengan buku diary, kesepian menjadi angin setiap detik nafasnya. Tidak lupa dengan curhatan kepada boneka beruang dan kupu-kupu. "Aku membenci diriku" Beribu ulang kalimat itu keluar dari mulutnya namun, jauh dari sanubari dia tidak ingin bergegas pergi. "Zira, kan Ultraman" "Gue bakal ngelindungin, lo. Termasuk dari setan, papa kamu sendiri" Namun, Zira tidak pernah yakin ada seseorang yang menyayangi dirinya. Apakah Zira mampu melewati hari nya dengan banyaknya luka? Akankah seseorang yang datang di kehidupan nya saat ini akan menyakiti batinnya juga? penikmat rindu sampai berjumpa nanti.
Todos los derechos reservados
#514
pengagum
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • SERENDIPITY : a Fact
  • Leyna
  • BULAN [Selesai]
  • Detik Depresi ( TAMAT )
  • Jeritan Anak Broken Home 17+

"Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini." "Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata." "Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu." "Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku." "Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido