Labrakable

Labrakable

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 1, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Cantik .. tidak. Tinggi.. tidak. Putih .. tidak. Kalem apalagi .. jelas tidak. Terus kenapa sih pacar orang-orang pada suka nglabrak gue . Jadi ngerasa cantik kan gue dilabrak terus. Itulah pemikiran si orang tukang di labrak. Di labrak ? Iya sudah banyak orang nglelabrak dia mulai dari gangguin pacar orag lah , jalan dengan orang yang baru dikenal lah bahkan chatan virtual. Tapi sialnya orang yang bikin gue dilabrak habis itu ketawa puas terus gak merasa berdosa besok nya diulangin lagi. Emang laknat kalian uy. Nyebelin . Apesnya lagi udah muka labrakable eh punya cowo mukanya standart banget mana posesif lagi. Nasib nasib. Yuk simak penyebab gue di labrak terus ..
All Rights Reserved
#48
ngenes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tingkat Tiga
  • Gue Jadi Istri Muda ?
  • Kisah Asmara Kaum Rebahan Vs Tukang ngambek
  • My Idol My Boyfriend ~ Pcy [END]
  • Naughty Nanny
  • CEO itu Mantanku
  • Miracle Of Destiny
  • ON SIGHT (Completed)
  • Dating Demi Gengsi
  • PENCARIAN SANG AHLI WARIS THE MORGAN

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines