Story cover for Dream Mathematic Squad by Naraeris
Dream Mathematic Squad
  • WpView
    LECTURAS 100
  • WpVote
    Votos 23
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 100
  • WpVote
    Votos 23
  • WpPart
    Partes 5
Continúa, Has publicado may 01, 2021
Mark Lee, ketua club matematika di Universe High School mengincar sebuah lomba matematika yang mampu membawanya menuju universitas impiannya. Namun, apakah ia dapat memenuhi syarat yang diberikan dengan mencari anggota yang akan diajaknya berperang dalam matematika? Bagaimana kisahnya bersama dengan enam pemuda lainnya? Berbagai sifat, karakter, dan ambisi cukup membuat Mark kewalahan. Lantas, mengapa Mark merekrut mereka?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Dream Mathematic Squad a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#367squad
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
DREAM HOUSE cover
Bitter Sweet [Markhyuck] cover
The Chase cover
【√】°ɢᴇɴᴇ x』 cover
Salah Jurusan cover
NOMIN-MARKHYUCK | Est-ce que t m'aimes ? cover
DUNK SHOT cover
Mel(ingkar) ✔ cover
7 DAYS of DATING [NCT DREAM] cover

DREAM HOUSE

35 partes Concluida

Sinopsis: Na Jaemin, mahasiswa teknik sipil tahun kedua, memilih tinggal di kos demi menjauh dari rumah yang selalu dipenuhi pertengkaran. Sejak kecil, trauma ditinggal orang tua saat lampu padam membuatnya membenci gelap dan kesendirian. Di kos sederhana itu, dia bertemu dengan enam pemuda lain yang menyimpan luka masing-masing. Mark Lee, mahasiswa hukum yang dewasa namun kesepian karena renggangnya hubungan dengan sang adik, Lee Jeno, mahasiswa teknik mesin yang dingin dan menutup diri. Huang Renjun, anak kedokteran yang penuh empati tapi menyimpan luka karena tumbuh di panti asuhan. Haechan, mahasiswa seni musik yang selalu ceria, menyimpan kesedihan yang tak pernah ia tunjukkan. Chenle, mahasiswa bisnis tahun pertama dan anak pemilik kos, selalu jadi penengah yang hangat. Dan Park Jisung, adik kelas yang polos dan hangat, membawa kebahagiaan dengan kasih sayang utuh dari keluarganya. Mereka tinggal bersama, bertumbuh, dan menyembuhkan luka masing-masing melalui tawa, tangis, pertengkaran, dan kehangatan keluarga yang mereka bentuk sendiri. Di balik pintu-pintu kamar yang berbeda, hati-hati mereka mulai menyatu-dan perlahan, Jaemin menemukan bahwa tidak semua rumah harus menyakitkan.