Story cover for MAYBE (ON GOING) by Azllmwd_
MAYBE (ON GOING)
  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published May 01, 2021
Yahhh... Maybe, itu kalimat yang sebetulnya hanya di gunakan untuk menerka nerka. baik itu benar mau pun salah, tidak ada yang tahu kebenarannya selain kau dan dia .... 

Aku hanya sebagai pendatang yang belum tahu apa-apa. jadi salah kah aku, jika aku berfikir kalau di antara kalian berdua, ada hubungan yang lebih dari sekedar sahabat!

Selama ini Aku tidak berharap tau menuntut apa-apa kepadamu. Tapi kali ini Aku mohon, tunjukkan jati dirimu sebagai lelaki dengan membuktikan kalau kau bukan orang yang plin plan dalam hal menjaga perasaan. 

Apakah kau pernah berfikir bagaimana rasanya jadi Aku? 
Hah tentu tidak, kau bahkan tidak pernah membayangkan bagaimana sakitnya Aku melihat kau dengan dia. 

Kau tau bagaimana rasanya melihat keuwuan pacar sendiri tapi dengan cewek lain? Itu lebih sakit dari yang kau bayangkan... 


Ingat suatu saat, aku juga pasti lelah denganmu,. Karna suatu perasaan yang terus di abaikan pastinya akan hilang dengan sendirinya. Dan suatu perjuangan yang tak di hargai, ujung-ujungnya akan merasa kelelahan Dan berhenti untuk memperjuangkan mu lagi..... 


...... 

....... 

..............
All Rights Reserved
Sign up to add MAYBE (ON GOING) to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You're Here, But Not For Me by MyMiela
8 parts Ongoing
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
You may also like
Slide 1 of 10
Maybe It's You(?) cover
CARAKU MENINGGALKANMU cover
A3 [AMEL AJI & ANUGERAH]✔ cover
girlfriend vs football cover
N O R A [on going] cover
THE ROOM cover
Backstreet  cover
SENA cover
You're Here, But Not For Me cover
Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS] cover

Maybe It's You(?)

17 parts Complete

Sudah hampir dua tahun lamanya ini aku menyimpan semuanya tentangmu. Semua tentang perasaan ini dan semua hal yang aku rasakan selama ini kepadamu. Bahkan aku masih menyimpannya dengan sangat rapi. Walau sebenarnya sudah dari dulu aku ingin sekali mengungkapkan semua perasaan ini dan mengakhiri semuanya, namun sampai detik ini rasanya lidahku masih sangat kaku untuk mengungapkan semuanya. Dan hari ini, mungkin mulai hari ini seterusnya aku tak akan bisa lagi memandangmu dari kejauhan dan mengagumimu lagi dari kejauhan sejauh mata ini memandangmu. Jujur saja, aku tak ingin semua itu terjadi begitu saja. Dan aku juga tak ingin kisah ini berakhir hanya sampai saat ini saja setelah aku mempunyai rasa nyaman kepadamu. Yang aku inginkan, kisah ini terus berlanjut sampai kita mengetahui diri kita satu sama lain. Namun aku kembali sadar, kalau kamu tak akan bisa menjadi seperti apa yang selalu aku harapkan dan aku inginkan.