Gadis Sulung

Gadis Sulung

  • WpView
    LECTURES 1,330
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., janv. 8, 2022
Dilarang plagiat !! "Ma, Luma menang lomba matematika" teriak Luma girang yang baru saja datang dari arah pintu depan. "GAK ADA URUSANNYA SAMA SAYA. SANA PERGI GAK USAH GANGGU SAYA LAGI" Luma menunduk. "Tapi ma, Luma juga pengen mama bahagia" "HIDUP SAYA AKAN BAHAGIA JIKA TIDAK ADA KAMU" Luma, gadis yang sama sekali belum pernah mendapat kebahagiaan dari orang tuanya. Gadis yang harus pura pura tegar dibalik luka yang lebar. Gadis kecil yang seharusnya mendapat sentuhan kasih sayang namun yang didapat malah perlakuan kasar. -Mereka bahagia ketika aku terluka-
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Juan [REVISI]
  • Nadi - Naya Dimas [Sudah Terbit]
  • A is an I
  • BULAN [Selesai]
  • Kesedihan [SELESAI]
  • ALYA
  • FELYCIA AGHATASIVA
  • STUCK
  • Bertahan atau pergi

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu