My hanshome ghost!

My hanshome ghost!

  • WpView
    Reads 1,405
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 8, 2023
Daffa menatap datar tifah "Lo siapa nya gelard?" Di tatap seperti itu membuat tifah menjadi kicep "gu-gue..." "Gelard udah ga ada, dia udah meninggal 1 tahun yang lalu" Deg Tubuh tifah termundur ke belakang dan di tahan sigap oleh kedua teman nya "kan gue bilangin juga apa!" Bisik jeni "Emang dia ga ada kembaran ya kak?" Ucap raya dan di jawab oleh gelengan dari Leon "Anak tunggal" "Ka-kalau dia udah meninggal, dia di kuburin dimana?" "Kita juga ga tau, tapi waktu itu dia di bawa ke luar negri sama keluarga nya dan meninggal di sana" Kepala tifah tiba tiba terasa pening, apa ini! Apa yang sebenarnya terjadi Di ujung sana, sepasang mata tajam menatap sekumpulan remaja yang tengah berbincang itu lalu berdecak malas "Dasar gadis keras kepala!"
All Rights Reserved
#413
percintaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainbow In The Rain
  • Become a Parent's [END]
  • Legatha [END]
  • Say My Name
  • Edgar : Between Chaos and You
  • ANAIAL《TERBIT》
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • Friendship In Love
  • Rumah Tanpa Atap
  • Abu Abu [ completed ]

"Kamu sengaja kan mau di tabrak sama cowok tampan sepertiku? Terus kamu pura-pura kesakitan dan minta diobatin?" Kevin malah menuduh yang enggak-enggak. "Ciih~Enak aja. Aku gak serendah itu ya, lagian kamu kegeeran banget sih. Aku tadi cuma mau minta tolong aja kok." ia mengotot keras dan mengangkat kedua bahunya. "Terserah!" Kevin memakai kembali helmnya dan menyalakan mesin motornya kembali. "Eh, bantuin dulu kenapa. Jahat banget itu orang, awas aja kalo butuh bantuan!" Jenie ngomel sendirian sambil menendang sepedanya. "Dia kan pinter ya, mana mungkin minta bantuan sama aku. Yang ada juga malahan aku yang minta bantuan dia, tapi itu gak bakalan terjadi. Gak level banget Jenie minta bantuan dia." Jenie memukul kepalanya karena dia bertingkah bodoh dan konyol Hari ini hujan turun lagi, Jenie membawa kursi rodanya berjalan kedepan jendela kamarnya yang tepat memandangi seisi kota. Hujannya lebat, suara gemuruh dan petir mengagetkan gadis itu. Dia mencoba membuka matanya dan tak menutup kedua telinganya, matanya tertuju pada sebuah pemandangan indah diluar sana. Tepat di atas langit pelangi muncul bersama dengan hujan, ini adalah kedua kalinya dia melihat keajaiban itu lagi. Tapi sekarang rasanya beda, dia melihat keindahan itu tanpa Kevin disampingnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines