Di Pucuk Pohon Cemara

Di Pucuk Pohon Cemara

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sat, May 20, 2023
Trauma masa lalu Chana masih menghantuinya hingga 10 tahun lamanya. Rasa bersalah dan rasa penasaran Chana mengenai anak laki-laki yang kala itu menemaninya tak pernah hilang. Ia ingin sekali bertemu dengan anak itu dan mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya. Tetapi Chana tak yakin apakah setelah tragedi itu, si anak laki-laki yang ia temui masih selamat dan hidup dengan baik hingga saat ini. Namun, setelah 10 tahun lamanya, ia bertemu dengan laki-laki yang Chana rasa adalah anak laki-laki yang ia temui saat itu. Tetapi bagaimana Chana dapat meyakinkan diri, bahwa laki-laki itu benar orang yang ia cari selama ini? Ditengah rasa penasarannya, Chana harus bertemu dengan Alrez yang justru memperparah traumanya. Cerita yang ia pendam selama 10 tahun akhirnya jadi diketahui orang lain. Lebih parahnya lagi ia terpaksa harus berpura-pura menjalin hubungan dengan manusia random yang ia benci ini. "Apa tidak bisa aku hidup dengan tenang dan tentram sekali saja?"-Chana
All Rights Reserved
#29
akademik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Qiyamah Senja-completed
  • HALOALKANA
  • BERBEDA?
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • ALENZA
  • Aku Milikmu (End)
  • Dear Baskara [End]
  • REKSA: The Last Bell

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines