Jalan Hidup Kita

Jalan Hidup Kita

  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 18, 2021
"Kau Harus Mati!"ucap orang itu dingin dan mencekam "Kau harus mati!"ulang orang itu Orang itu menjatuhkan sebuah lemari kearah Dinda dan Dinda pun tertindih lemari,darah mengalir dari tubuhnya Dinda menegang baru saja ia mendapat kebahagiaan dan ini yang ia dapatkan "Tolong biarkan aku hidup,biarkan aku hidup aku mohon biarkan aku hidup,tolong....."ucap Dinda memohon Orang itu pun pergi,Dinda merasa sangat bersyukur dan ia pun segera bangkit. Tak lama kemudian orang itu kembali kepada Dinda dengan tergesa-gesa,orang itu melihat kalung yang Dinda pakai dan mengambilnya,itu adalah kalung pemberian Adnan saat mereka baru menikah Ia pun berdiri mencoba untuk kabur dengan tenang seadanya, dengan tertatih ia berdiri,bajunya dilumuri dengan banyak darah "Ya Allah bantu hamba..."gumam Dinda sambil memegang kotak yang tadinya putih berubah menjadi merah karena darahnya Tak sadar dengan keberadaannya,orang itu kini ada dibelakang dinda,dinda belum menyadari namun.... "Selamat Tinggal"lirih orang itu ditelinga dinda Dinda pun berbalik,ia takut setengah mati ia tak tau harus berbuat apa perlahan orang itu maju dan Dinda pun mundur. "Kalau kau butuh uang atau perhiasan ambil saja asalkan jangan bunuh aku,aku mohon"ucap Dinda menangis Namun orang itu tak mendengar Dinda dan mendorong Dinda dari balkon "Hhhaaa" Tubuhnya terhempas ke udara 'bbrrrukkk' Dinda jatuh dengan keadaan naas,ia jatuh tepat dihadapan Adnan yang baru saja sampai,nafasnya tersengal-sengal. 'degg' Tubuh Adnan seketika lemas,ia terkejut setengah mati ini serasa mimpi namun nyata didepannya Dinda tengah mandi darah,air mata lolos begitu saja dari matanya seketika pun ia menengok ke atas dan melihat seorang berjubah hitam,ia mengerang marah.adnan menunduk menatap Dinda kini hidupnya akan gelap tanpa hadirnya pelitanya.
All Rights Reserved
#53
jalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Cinta Yang Tak Pernah Selesai
  • PERNIKAHAN SIRI MENJADI RESMI
  • SABDA CINTA
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • ✔️Become The Main Character's Sister : Transmigration Story
  • Kopi pahitku
  • Adinda | Jeno Jaemin

"apa yang lo lakukuin?" tanya Rara dengan darah yang mengalir bercampur dengan air hujan "membunuh mu agar semuanya kembali pada saya" kata seseorang tersebut dengan seringaian yang menurut Rara lucu "ahh musuh ayah rupanya, beruntung banget gw yang jadi korban, selamat Lo berhasil, maafin kakak ya, kakak ngga bisa nemenin kalian main lagi, selamat tinggal adik adik kakak" setelah mengatakan itu Rara pun jatuh dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya "berhasil" kata seseorang itu dan langsung meninggalkan Rara dengan lumuran darah yang kemana mana disisi lain "aku mohon jangan lakuin itu, sakitt" kata gadis manis yang sedang menahan sakit dan tangis nya. ______________________________________________________________________________________________________________ "bodoh sekali kalian ini, kalau mau culik tuh jangan basa basi bego, langsung dekeb bawa ke mobil jangan kebanyakan cing cong kalau kerja kalian kek gitu yang ada mangsa kalian kabur" ucap Rara menasehati "sekarang kalian pergi rencanain lagi Mateng Mateng baru balik lagi" lanjut nya dengan bodoh nya 4 orang itu mengangguk dan membawa teman mereka yang pingsan "goblok anying" umpat Rara, sekarang Rara sadar bahwa wanita gila tadi udah disampingnya memandang sendu mobil yang kini kian menjauh "sabar ya buk, belum rejeki nya" kata Rara sambil menepuk nepuk pundak wanita itu, dan wanita gila itu hanya mengangguk pasrah

More details
WpActionLinkContent Guidelines