I Am (Not) Antagonist

I Am (Not) Antagonist

  • WpView
    Reads 7,567
  • WpVote
    Votes 977
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 19, 2026
"Begitu berat untukku lalui sendiri," lirihnya. Mella merupakan seorang gadis tak biasa di sekolahnya. Keluar-masuk ruang BK bersama ketiga temannya sudah menjadi rutinitas ketika masuk sekolah. Menggunakan nama ayah dan ibunya untuk segala hal, kekayaan yang melimpah, semua keinginannya selalu terpenuhi. Kecuali kasih sayang orangtua. Begitu juga dengan Carlin Frestion The Belora, namun agak sedikit berbeda dengan Mella. Jika Mella mempunyai teman maka dia tidak. Jika semua orang tunduk padanya maka Carlin yang harus tunduk. Kesamaan mereka adalah, butuh kasih sayang orangtua. Lalu, bagaimana bisa jiwa Mella berada di raga Carlin saat ini? 🌻🌻🌻 ~1 Juni 2021
All Rights Reserved
#8
putriduke
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Magia Academy [END]
  • Melodi Meli (END)
  • ALLASSO (END)
  • Maulinda Athalia [END]
  • Touch Your Heart [Tahap Revisi]
  • Exchange Souls With Villains
  • Anastasya's Destiny [END]
  • SELF LOVE
  • MELODY [END]
  • The Spirit Keeper

Akhir-akhir ini, Elle merasakan ada yang ingin keluar dari dalam dirinya. Dan tak disangka sangka, sebuah kejadian yang akan merubah semua kehidupan Elle dan jati diri Elle yang sebenarnya akan terungkap. Elle bahkan hampir tidak percaya dengan semuanya. Apalagi saat ibu yang mengurusnya mengatakan bahwa ia bukan anak kandungnya. Shock? Tentu saja! Dia ingin menemui ibu kandungnya. Ia bingung. Ada apa dengan semua ini? Kenapa ibu kandungnya menitipkannya? Apa yang sebenarnya terjadi? Pertanyaannya terjawab saat ia masuk ke Magia Academy. Sekolah sihir dengan kemampuan yang beragam. Dan disinilah.... Petualangan dan Masalah akan dimulai. "Kau pernah berfikir tidak? Kalau ada kehidupan lain diluar sana selain bumi," ucapku tiba-tiba. Vika menoleh dan raut wajahnya mengekspresikan kebingungan setelah itu dia tertawa. "Hei kenapa kau malah tertawa Vika?" Tanyaku. "Lucu saja. Orang pintar seperti mu memikirkan hal bodoh seperti itu." Penasaran? Yuk baca. Don't copy my story! Murni hasil pemikiran sendiri. Jangan jadi pembaca gelap! Dimohonkan untuk meninggalkan jejak ya readers! Start : 1 April 2020 Finish : 17 Maret 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines