Konstelasi

Konstelasi

  • WpView
    LECTURES 97
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., sept. 11, 2023
WpInfo
Poésie
Representasi dari Aku dan Saya; Adinda dan Anda tentang kisah cinta yang bertubrukan. Kutukan-kutukan yang membuat awal sebuah hubungan berpencar dan menjelajahi seluruh isi bidang. Berjalan, berlari, merangkak, tengkurap, merayap dari sisi horizontal sampai vertikal. Di sinilah mereka akan bercerita untuk kau dalam era bait-bait konstelasi. Tertanda, D
Tous Droits Réservés
#7
montakstaels
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Just Remembrance!
  • Segala Tentangmu ❝
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Goresan Tinta
  • Live, Laugh, Love, & Cry 💕 [ PUISI ] ✔️
  • Untitled Romance
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • LELAH
  • Kisah Nyata Dalam Mimpi
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)

Untuk : Ardian Entah bagaimana aku bisa memulainya. Tapi, ada sesuatu yang aneh terjadi padaku. Aku tak tau sampai kapan aku begini. Menanti cinta yang tak pasti. Ingin rasanya aku membisikkan kata cinta untuk hatimu. Agar kau bisa melihat besarnya rasa cintaku. Mengenaliku. Menemaniku menyusuri labirin-labirin kehidupan. Membantuku menyebrangi samudra tantangan. Hingga menemukan hilir kehidupan yang kekal. Aku ingin bersamamu menikmati hidup ini. Namun, apakah semua ini hanyalah sesuatu yang abstrak? Yang tak mungkin terjadi? *** Untuk : Krystal Kau, yang sebenarnya sudah berhasil sejak awal. Aku hanya ingin mengatakan itu. Sejak kali pertama kita bertemu di tempat pendaftaran teater. Kau yang menelponku, kau yang akan jatuh konyol dari panggung, kau yang menaruhkan kue cokelat di motorku, kau yang menyelipkan surat cinta di kue itu, kau yang menemaniku saat memasang poster, kau yang berada satu kelompok bersamaku saat olimpiade, kau yang menyanyikan musikalisasi puisimu saat di café, dan kau yang selalu berwajah konyol saat bertemu denganku. Itu semua sudah berhasil membuatku jatuh cinta padamu. Walau waktu kita selalu tidak tepat, tapi aku berharap, ini waktu yang tepat. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Ardian.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu