Konstelasi

Konstelasi

  • WpView
    LECTURES 97
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., sept. 11, 2023
WpInfo
Poésie
Representasi dari Aku dan Saya; Adinda dan Anda tentang kisah cinta yang bertubrukan. Kutukan-kutukan yang membuat awal sebuah hubungan berpencar dan menjelajahi seluruh isi bidang. Berjalan, berlari, merangkak, tengkurap, merayap dari sisi horizontal sampai vertikal. Di sinilah mereka akan bercerita untuk kau dalam era bait-bait konstelasi. Tertanda, D
Tous Droits Réservés
#13
montakstaels
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Live, Laugh, Love, & Cry 💕 [ PUISI ] ✔️
  • | About You |
  • Setelah Langit Berbisik (END)
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Untitled Romance
  • You are in my past and my future [END]
  • Goresan Tinta
  • Kisah Nyata Dalam Mimpi

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu