Mask of time

Mask of time

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 28, 2022
Remona Gadis itu menatap nanar pria yang berada jauh di hadapannya, tak menghiraukan anak anak rambut yang tertiup angin menghalangi pemandangan. Keringat yang bercucuran akibat ketakutan dan rasa lelah saat sudah terlalu lama berlari. Kondisinya sudah sangat buruk saat ini apalagi dengan menahan rasa nyeri dari luka luka di kakinya. Namun dia tidak menunjukan rasa itu pada wajahnya. Di wajahnya hanya ada rasa benci, cemas.... dan juga takut. yah dia akui dia takut, tapi rasa takut itu tidak lebih besar dari rasa bencinya. Sebuat pistol keluar dari balik jaket hitam yang di pakai laki laki itu. Kini senjata api sudah berada di genggamannya, terangkat membidik tepat ke arah dahi wanita kecil di hadapannya. Melengkungkan telunjuk kanannya pada pelatuk senjata api di genggamannya. Dengan tenang dia menarik pelatuk itu dan.......... Dorr... Villena "Pergilah bersama pamanmu, aku tidak membutuhkanmu di hidup ku." Dengan sedikit bentakan dia berbicara dan ditanggapi oleh tatapan tidak percaya dari gadis itu. Laki laki itu kembali mendorong gadis kecil di hadapannya dan berbalik untuk pergi. Namun baru beberapa langkah, gadis kecil itu kembali memeluknya dari belakang dengan isakan tangis yang menggetarkan hatinya "Tidak!" "Ayah jangn pergi!" "Aku ingin bersamamu ayah." gadis itu menangis dengan kencang, namun tak mendapat tanggapan dari laki laki di depannya. Pria itu malah melepaskan pelukan gadis kecilnya dan pergi dengan air mata yang sudah tidak terbendung. "Tidak Ayah. Kumohon- aku janji akan menjadi anak yang baik." gadis itu berlari mengejar ayahnya dengan isakan tangis. Namun seorang pria lain menahannya dengan memeluk gadis kecil itu dari belakang. Pamannya menahan dia untuk tidak mengejar ayahnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memory of The Love Melody {Completed}
  • Penuh Luka (On Going)
  • BASTARD prince (Paxton seri 1)
  • New Destiny
  • Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu
  • Penyangkal Takdir
  • Bad Papa

Mion tidak menyangka bahwa kepindahannya kali ini, akan membawa warna kembali dalam hidupnya yang telah lama hilang bersama kepergian papanya. Melalui empat orang pria yang mengisi hidup barunya. Mereka hadir dengan karakter yang sangat berbeda - berbeda. Bahkan dengan alam yang berbeda pula. Membuat Mion yang mati rasa kembali merasakan emosi - emosi yang terkubur dan terkunci di dalam hatinya. ~❤❤❤~ Laki - laki itu mengambil tangan kiri gadis itu dan berkata "Ikutlah denganku. Aku akan mencintaimu selamanya." dia tersenyum dan mempererat genggamannya pada gadis itu. "Kumohon jangan pergi. Aku hanya memiliki kamu. Jika kamu pergi aku akan hancur, karena aku mencintaimu" kata seorang laki - laki yang baru saja muncul di samping kanan gadis itu. Ia mengambil tangan kanan gadis itu, matanya penuh dengan kesedihan. "Aku tahu! Aku bodoh dan tidak dapat tegas. Maafkan aku, tapi aku mencintaimu" kata laki - laki ketiga yang muncul di hadapannya, di mata pria itu terdapat penyesalan dan rasa bersalah. Ia tidak berusaha untuk meraih gadis itu seperti laki - laki yang pertama dan kedua, ia hanya berdiri di hadapan gadis itu. Tiba - tiba saja ada yang memeluk gadis itu dari belakang. Tangannya melingkar di tubuh gadis itu. Dia menyandarkan wajahnya ke leher gadis itu sehingga gadis itu tak dapat melihat wajahnya. Laki - laki keempat ini berkata. "Aku tidak punya alasan, aku hanya mencintaimu. Mion."

More details
WpActionLinkContent Guidelines