Warning‼️
It is forbidden to approach this story for minors-!!
21+
***
Dikenalkan dengan sosok Atlantik yang kerab biasa dipanggil Alan- membuat Anna, Atlanna Zeanne menjadi jadi, pesona seorang Alan mampu membuat sosok Anna bergairah, ada rasa panas tersendiri di tubuh Anna saat melihat Alan, Ahh rasanya Anna ingin sekali berada di bawah kungkungan seorang Alan, mendesah kan nama Alan terus menerus, sial bahkan bagian bawah Anna saja sudah basah dan berdenyut saat mendengar suara Bariton seorang Alan, kini milik Anna ingin sekali di masuki senjata panjang yang Alan punya.
***
Alan, cwo itu sedang duduk di balkon atas kamar nya, dengan di temani semiran angin malam, mengambil sepuntung rokok lalu menyalakan nya dengan korek gas, mengisap rokok yang ada di sela sela jari tangan nya sambil menikmati semiran angin malam, tiba tiba terlintas sosok Anna di pikirin nya, Ahh iya tak tau kenapa akhir akhir ini sering teringat dengan Anna, lebih tepatnya tubuh Anna, sial sepertinya Alan akan mandi lagi malam ini, lebih tepatnya berendam di bathtub untuk menenangkan adik kecilnya yang sudah bangun sejak tadi ia memikirkan sosok Anna, tak biasa nya ia seperti ini, tapi Alan tidak munafik, ia ingin sekali mengungkung Anna di bawah nya, menggenjot intim Anna dengan cepat, membiarkan Anna mendesahkan nama nya terus menerus, Ahh Alan tidak sabar akan hal itu.
***
Warning ‼️
Cerita ini mengandung kata kata kasar dan juga vulgar.
Sebaiknya cari lapak lain jika ingin sekedar Caper.
Pict. Pinterest
Warning 18+++
Mengandung kata-kata vulgar!
"Tutupi payudara kamu dengan blazer aku ga suka kalau pria-pria itu menatap sesuka hati ke payudara kamu, hanya aku yang boleh. Hari ini kamu nakal sekali berani memakai baju seperti ini saat ada meeting, aku akan kasih kamu hukuman nanti." Sarah memperbaiki blazernya dan berusaha menutupi payudaranya dengan blazer dan juga berkasnya.
Tetapi tangan Fandy tidak juga diam di paha Sarah, kaki Sarah yang tadinya ditumpukan ke kaki satunya harus melepaskannya dan duduk seperti biasa. Hal itu membuat akses Fandy untuk masuk ke paha dalam Sarah dengan mudah. Fandy sedikit meremas paha dalam Sarah dan mengelus daerah inti Sarah dari luar karna Sarah masih menggunakan CD nya. Sarah pasrah akan perlakukan Fandy saat ini karna Fandy tidak bisa dilarang dan Sarah berusaha keras untuk tidak mendesah dengan menggigit bibir bawahnya.
Sesudah puas dari luar perlahan Fandy memasukkan jari tengahnya ke bagian inti Sarah dan itu membuat Sarah terkejut bukan main, tidak cukup satu Fandy memasukkan dua jarinya dan memainkan benda kecil di dalam sana dan nafas Sarah benar-benar memburu atas perlakuan Fandy. Kemudian Fandy menambah jarinya menjadi empat sekaligus dan semakin membuat Sarah menggila, Fandy mengeluar masukkan tangannya dengan cepat tetapi setelah itu Fandy menghentikannya dan menarik tangannya keluar.